Pemerintah Kabupaten Rembang

52 Tahun Radio CBFM Tetap di Hati, Penggemar Sebut Radio yang Merakyat

Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Citra Bahari FM (CBFM) Kabupaten Rembang genap berusia 52 tahun pada Selasa (28/7/2026). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan menjamurnya berbagai platform informasi, radio milik Pemerintah Kabupaten Rembang tersebut tetap mampu mempertahankan eksistensinya dan menjadi media yang dicintai masyarakat.

Kesetiaan para pendengar menjadi bukti bahwa CBFM tidak hanya sekadar media penyiaran, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup masyarakat Rembang. Salah satunya diungkapkan Rukmini, warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang, yang hadir dalam tasyakuran HUT ke-52 Radio CBFM di Studio CBFM.

Rukmini mengaku mulai mengenal radio tersebut sejak masih duduk di bangku SMP, ketika stasiun itu masih bernama Siaran Radio Daerah Rembang (Siradar). Kecintaannya terhadap dunia radio berawal saat sering diajak guru keseniannya mengikuti siaran lagu keroncong.

“Dulu sama almarhum guru kesenian sering diajak siaran di CBFM, dulu aku suka keroncong. Kemudian SMA sampai saat ini, meski sudah purna tugas sebagai polisi satu tahun, saya masih setia mendengarkan Radio CBFM. Ini radio yang sangat-sangat merakyat,” ujarnya.

Kini Rukmini tergabung dalam paguyuban pendengar Radio CBFM bernama Angudi Kadang Sayekti (Angkasa). Menurutnya, komunitas tersebut aktif mendukung berbagai kegiatan radio, baik melalui siaran langsung maupun kegiatan sosial.

“Angkasa aktif mengisi siaran di CBFM. Saat Ramadan kami juga mengadakan bakti sosial dan sering melakukan live streaming di depan studio CBFM,” katanya.

Ia berharap Radio CBFM terus eksis menghadirkan program-program yang dekat dengan masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi pembangunan dan berbagai peristiwa di Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang yang juga Ketua Dewan Pengawas Radio CBFM, Budiyono, mengapresiasi loyalitas para pendengar yang tetap setia mengikuti siaran CBFM hingga kini. Menurutnya, penggemar radio tersebut berasal dari berbagai kalangan usia.

“Penggemarnya tidak hanya orang tua, tetapi juga ada dari generasi milenial. Terima kasih kepada seluruh fans, termasuk yang tergabung dalam Angkasa, yang terus mendukung keberadaan Radio CBFM,” ungkap Budiyono.

Ia menilai radio masih memiliki peran penting sebagai media penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya. Meskipun teknologi komunikasi terus berkembang, masyarakat tetap membutuhkan sumber informasi yang kredibel.

Saat ini Radio CBFM yang mengudara pada frekuensi 102,1 MHz terus menyajikan informasi, hiburan, serta program interaktif bagi masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah Serambi CBFM, yang memadukan pertunjukan musik secara langsung dengan penyampaian informasi mengenai program maupun kebijakan pemerintah daerah.

Budiyono menambahkan, ke depan pengelolaan Radio CBFM diharapkan dapat lebih mandiri agar memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi. Dengan pengelolaan yang lebih independen, radio diharapkan mampu memperoleh dukungan operasional dari berbagai sumber di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Perjalanan Radio CBFM berawal sekitar tahun 1967 di rumah BM Ridwan di Jalan Veteran Nomor 18, Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang. Kala itu, sejumlah tokoh menggagas pendirian radio sebagai sarana hiburan masyarakat untuk mengurangi kejenuhan akibat situasi politik yang berkepanjangan.

Setelah memperoleh izin dari pihak militer, radio tersebut menggunakan nama Siaran Radio Daerah Rembang (Siradar) dengan call sign YDA7C1. Siaran perdana dilakukan dari sekretariat di Jalan Veteran dengan tiga penyiar, yakni BM Ridwan, Masta’in, dan As’ad, serta Hendro Sukanto sebagai teknisi.

Dalam perkembangannya, Siradar beberapa kali berpindah lokasi, mulai dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Kantor Pendaftaran Tanah, Koramil Rembang, hingga Gedung Pusat Kebudayaan Angkatan Bersenjata (PUKAB) yang kini menjadi Balai Manunggal.

Pada 1975, Pemerintah Kabupaten Rembang berencana mendirikan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). Namun para pendiri Siradar mengusulkan agar siaran yang telah ada diteruskan dan dikembangkan. Usulan tersebut diterima sehingga Siradar resmi dialihkelola menjadi RSPD.

Seiring perkembangan zaman, pada Oktober 2003 RSPD bertransformasi menjadi Radio Citra Bahari FM (CBFM) yang mengudara pada frekuensi 101,9 MHz. Kemudian pada 2017, berdasarkan rekomendasi Balai Monitor Semarang, frekuensi siaran berubah menjadi 102,1 MHz yang digunakan hingga sekarang.

Memasuki usia ke-52 tahun, Radio CBFM terus menunjukkan eksistensinya sebagai media penyiaran publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai radio yang dekat, merakyat, dan menjadi sahabat masyarakat Kabupaten Rembang. (Mif/rd/Kominfo)

Exit mobile version