Pemerintah Kabupaten Rembang

BIAS Agustus Bergulir, 9.486 Siswa Kelas 1 dan 4.617 Siswi Kelas 5 Jadi Sasaran Imunisasi

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Kabupaten Rembang terus berlangsung sepanjang Agustus. Program ini menyasar siswa kelas 1 SD untuk imunisasi Measles Rubella (MR) serta siswi kelas 5 SD untuk imunisasi Human Papillomavirus (HPV).

Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Anik Nurwahyuni, menjelaskan jumlah sasaran imunisasi MR bagi siswa kelas 1 mencapai 9.486 anak. Sementara sasaran imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 sebanyak 4.617 anak.

Ia menyebutkan, berdasarkan data kesehatan masyarakat dari Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) per 19 Agustus 2026, capaian imunisasi MR telah mencapai 34,86 persen. Adapun capaian imunisasi HPV mencapai 37,51 persen.

Anik mengatakan seluruh puskesmas di Kabupaten Rembang telah melaksanakan BIAS, kecuali Puskesmas Pamotan yang menyesuaikan jadwal pelaksanaan di wilayah kerjanya. Ketersediaan vaksin juga dipastikan mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Untuk kecukupan vaksin insyaallah sudah cukup. Hari ini juga ada pengambilan tambahan vaksin HPV,” katanya, Rabu (19/8).

Apabila terdapat siswa yang belum menerima imunisasi karena sakit, tidak masuk sekolah, atau alasan lainnya, Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan melakukan sweeping atau penyisiran sasaran.

“Biasanya tim puskesmas datang kembali ke sekolah atau anak diarahkan ke pustu maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Terkait adanya penolakan dari orang tua, Anik menyebut kasus tersebut relatif sedikit. Namun jika memang didapati kasus tersebur, pihak orang tua yang menolak akan diminta untuk membuat surat pernyataan.

“Kalau yang benar-benar menolak biasanya diminta membuat surat pernyataan. Namun selama ini dari pihak sekolah tidak ada yang menolak, hanya beberapa orang tua saja,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menargetkan cakupan imunisasi MR maupun HPV mencapai 97 persen sesuai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Anik mengajak para orang tua untuk mendukung pelaksanaan imunisasi karena merupakan hak anak sekaligus upaya melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

“Imunisasi adalah hak anak yang perlu dipenuhi oleh orang tua. Selain melindungi diri sendiri dan keluarga, imunisasi juga melindungi masyarakat dan komunitas,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version