Pemerintah Kabupaten Rembang

Buka TMMD di Desa Woro, Bupati Rembang Pamitan di Akhir Jabatan

Pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Desa Woro, Kecamatan Kragan, Rabu (19/2), berlangsung istimewa. Momen tersebut dimanfaatkan Bupati Rembang Abdul Hafidz untuk berpamitan kepada masyarakat seiring berakhirnya masa jabatannya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Abdul Hafidz menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rembang apabila selama memimpin dua periode masih terdapat kekurangan dan kesalahan.

“Ini terakhir tugas saya. Besok Pak Bupati dan Wakil Bupati yang baru akan dilantik oleh Bapak Presiden. Jadi hari ini bagi saya menjadi momen terakhir dan kenangan, TMMD terakhir secara formalitas di Kabupaten Rembang,” ungkap Hafidz.

Ia mengaku pembukaan TMMD di Desa Woro, yang dikenal sebagai desa penghasil komoditas duku, menjadi kenangan tersendiri di penghujung masa kepemimpinannya. Menurutnya, program TMMD memiliki orientasi sosial dan ekonomi yang sejalan dengan semangat pembangunan daerah.

Hafidz menjelaskan, pemilihan Desa Woro sebagai lokasi sasaran TMMD didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya tingkat kemiskinan, jumlah penduduk, serta kebutuhan peningkatan akses dan konektivitas wilayah.

“Woro ini termasuk daerah yang penduduknya padat, wilayahnya luas, tetapi konektivitas antar dukuhan belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Untuk pelaksanaan TMMD selama 30 hari, anggaran yang digunakan berasal dari dana sharing antara APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp239.320.000 dan APBD Kabupaten Rembang sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Inf Yudhi Yahya, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dalam TMMD ini bertujuan memudahkan akses transportasi, khususnya untuk pengangkutan hasil pertanian warga.

“Jalan ini akan menghubungkan Dusun Jurang dan Dusun Serambit. Sebelumnya memang sudah ada jalan kecil, tetapi saat musim hujan cukup menyulitkan pengangkutan,” jelasnya.

Adapun sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 280 meter dan 140 meter dengan lebar 2,5 meter, jalan grosok pudel sepanjang 320 meter, pembangunan talud plat, plat beton, serta pembuatan dua buis beton masing-masing sepanjang 3 meter dengan diameter 30 sentimeter.

Melalui program TMMD ini, diharapkan aksesibilitas antarwilayah di Desa Woro semakin baik dan mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat. (Mif/RD/Kominfo)

Exit mobile version