Bupati Rembang, Harno, berpesan agar Karang Taruna terus memperkuat sinergi dan komunikasi antarpemuda serta pemerintah daerah. Hal itu disampaikan saat membuka Jambore Apel Karang Taruna dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026 di Pantai Pasir Putih Wates, Desa Tasikharjo, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 192 pengurus dan anggota Karang Taruna dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Jambore ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peran pemuda dalam pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, dan pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Harno berharap kegiatan tersebut mampu mempertemukan perwakilan Karang Taruna dari berbagai wilayah untuk menyatukan visi dan memperkuat komunikasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Rembang.
“Harapan kita, dengan adanya kegiatan ini semua perwakilan Karang Taruna di Kabupaten Rembang ada, dan dari provinsi juga ada perwakilan,” kata Harno.
Menurutnya, keberadaan Karang Taruna memiliki peran dalam mendukung upaya pemerintah menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi warga.
Harno juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya memberikan dukungan anggaran kepada berbagai sektor dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas pembangunan.
“Prinsipnya, APBD akan selalu berusaha bisa membantu di semua sektor. Kita harus bisa mengatur dan membagi agar semuanya bisa menikmati dan menjalankan roda organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono, yang akrab disapa Yon, menjelaskan bahwa jambore tersebut merupakan bagian dari peringatan Bulan Bakti Karang Taruna yang berdekatan dengan hari lahir organisasi.
Ia mengatakan, kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan kapasitas anggota agar mampu mengembangkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satu agenda yang dilaksanakan yakni bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus Karang Taruna tingkat kabupaten dan kecamatan. Selain itu, panitia menggelar Sekolah Impulsi Pancasila dengan menghadirkan praktisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Yogyakarta, Ari Budiman, bersama rekan-rekannya.
Yon berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan anggota, terutama dalam pengembangan usaha dan penguatan kemandirian ekonomi pemuda.
“Kita menghadirkan narasumber penggiat UMKM dari Jogja, Mas Ari Budiman dan kawan-kawan. Selain itu, ada juga bimbingan teknis Karang Taruna, baik untuk tingkat kabupaten maupun seluruh kecamatan,” ungkapnya.
Selain pelatihan dan penguatan organisasi, Karang Taruna Rembang juga mengagendakan aksi sosial berupa penyaluran 150 paket sembako bagi masyarakat di desa yang masuk kategori miskin ekstrem.
Di bidang lingkungan, organisasi tersebut menargetkan penanaman 1.500 pohon di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Pantai Wates, wilayah Kaliori, hingga bantaran sungai. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip). (Mif/rd/Kominfo)
