Sebanyak 336 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti babak final Festival Mewarnai Tingkat PAUD se-Kabupaten Rembang yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kartini, Rabu (12/8). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Rembang, Harno.
Dalam kesempatan itu, Harno menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan edukatif seperti festival mewarnai menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan potensi generasi penerus Kabupaten Rembang.
Harno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival, mulai dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Jawa Pos Radar Kudus, para guru, orang tua, hingga peserta lomba.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Jawa Pos Radar Kudus, seluruh ibu-ibu pendamping, dan anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin berkembang,” ujar Harno.
Ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri anak-anak sejak usia dini.
“Selamat mengikuti lomba mewarnai. Tunjukkan kreativitas kalian. Tidak perlu takut, karena hasilnya nanti akan dinilai oleh tim juri. Yang terpenting adalah anak-anak dapat menikmati proses belajar dan berkreasi,” pesannya.
Menurut Harno, pengalaman mengikuti kegiatan seperti ini akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka. Selain melatih kemampuan motorik dan daya imajinasi, kegiatan mewarnai juga mengajarkan anak untuk berani menampilkan hasil karya serta menghargai proses belajar yang dijalani.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 peserta terbaik berhasil lolos dan berhak mengikuti babak final tingkat kabupaten.
“Sebanyak 22.000 anak mengikuti festival mewarnai ini. Dari jumlah tersebut disaring menjadi 336 finalis yang mengikuti lomba final pada hari ini. Antusiasme masyarakat Kabupaten Rembang sangat luar biasa,” jelasnya.
Menurut Baehaqi, konsep pelaksanaan tahun ini dilakukan secara bertahap. Tahap penyisihan dilaksanakan di sekolah masing-masing kemudian dikumpulkan di masing-masing kecamatan untuk dinilai. Sedangkan babak final mempertemukan para peserta terbaik dari seluruh wilayah Kabupaten Rembang terpusat di Balai Kartini.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, melainkan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan mengembangkan potensi diri sejak dini.
“Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak diberi ruang untuk menunjukkan semangat, kreativitas, dan keberaniannya. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang berharga bagi perkembangan mereka di masa depan,” katanya.
Baehaqy juga mengajak para orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak mengikuti lomba secara mandiri dan sportif tanpa terlalu banyak intervensi selama proses penilaian berlangsung.
Festival mewarnai ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang sekaligus upaya mendorong tumbuhnya kreativitas dan karakter positif pada anak usia dini melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan. (re/rd/kominfo)
