Bupati Rembang H. Harno secara resmi membuka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Rabu (22/4/2026). Program tersebut akan berlangsung selama 30 hari dengan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik.
Dalam kegiatan TMMD kali ini, setidaknya terdapat empat sasaran fisik yang akan dikerjakan. Di antaranya pembangunan jembatan yang saat ini dalam kondisi rusak, termasuk pembuatan sayap jembatan. Selain itu, juga dilakukan pembangunan jalan pudle untuk akses pertanian serta pemasangan paving blok.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik. Meliputi penyuluhan Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN), wawasan kebangsaan, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, keluarga berencana (KB), hingga pemberdayaan anak dan pencegahan stunting.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta dari APBD. Sementara itu, bantuan dari APBD Provinsi mencapai Rp239,26 juta.
Selama pelaksanaan TMMD, sebanyak 60 personel terlibat. Terdiri dari 35 personel Kodim 0720 Rembang, 3 personel Polsek, 2 tenaga kesehatan, serta 20 orang dari unsur masyarakat.
Bupati Harno menyampaikan bahwa program TMMD sangat membantu percepatan pembangunan di daerah, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.
“TMMD mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, dan mendorong ekonomi lokal. Saya mengajak warga Desa Waru berpartisipasi aktif mendukung program ini. Keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh pihak yang terlibat agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu, serta tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja.
Dalam pembukaan TMMD kali ini , Selain Bupati dan Dandim 0720 Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, tampak hadir Kapolres Rembang AKBP Mohammad Faisal Pratama, Ketua DPRD Abdul Rouf dan sejumlah pejabat lainnya. (Mif/rd/Kominfo)
