Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran lahan selama musim kemarau ini. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat, patroli di wilayah rawan, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pemkab Rembang secara aktif melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap kejadian kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD Rembang, tercatat sebanyak 60 kejadian kebakaran lahan yang telah ditangani sejak 7 Juni hingga 8 September 2026. Rinciannya, enam kejadian pada Juni, 17 kejadian pada Juli, 27 kejadian pada Agustus, dan 10 kejadian hingga 8 September.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Emanuel Risangsoko mengatakan, intensitas kebakaran lahan pada musim kemarau tahun ini cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, petugas dapat menangani beberapa kejadian dalam satu hari.
“Terkadang dalam satu hari bahkan bisa tiga sampai empat kali,” ujarnya, Rabu (8/9).
Mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Rembang terus mengedepankan langkah pencegahan. Salah satunya dengan menyampaikan surat imbauan kepada seluruh kecamatan untuk diteruskan kepada pemerintah desa dan kelurahan.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pembakaran sampah maupun lahan selama musim kemarau. Apabila pembakaran perlu dilakukan, masyarakat diminta melakukan pengamanan secara ketat agar api tidak merembet ke area lain.
Langkah pengamanan tersebut antara lain dengan membuat penyekatan di sekitar lokasi pembakaran serta memastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat.
“Rata-rata untuk membersihkan lahan kan dengan dibakar. Ditinggal padahal masih ada bara, kena angin akhirnya merembet,” jelas Risang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama TNI, Polri, Forkopimcam dan Perhutani. Selain melakukan pemantauan, petugas memberikan edukasi kepada warga agar lebih memahami risiko pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang kering.
“Patroli sekaligus edukasi dan sosialisasi. Kalau ketemu ada yang membakar, kita sampaikan dan kita edukasi,” katanya.
Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Rembang meliputi berbagai objek, antara lain lahan bambu, semak belukar, tanaman tebu hingga jati. Lahan bambu dan semak belukar menjadi salah satu lokasi yang cukup sering mengalami kebakaran karena materialnya mudah kering selama musim kemarau.
Terbaru, BPBD menangani kejadian kebakaran lahan di Desa Tritunggal, Kecamatan Rembang dan Desa Landoh, Kecamatan Sulang pada Selasa (8/9).
Pemkab Rembang terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kolaborasi pemerintah, aparat, pemerintah desa, pengelola kawasan serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan. (re/rd/kominfo)
