
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka untuk memperkuat peran dan pengabdiannya di tengah masyarakat. ETK Kabupaten Rembang dilaksanakan pada 30–31 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian perjalanan menuju Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas.
Ketua Panitia Pelaksana ETK Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistyo, menyampaikan bahwa ETK merupakan tradisi luhur sekaligus salah satu ciri khas Gerakan Pramuka di Jawa Tengah. Tradisi tersebut telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 1979 dan terinspirasi dari nilai-nilai kepahlawanan serta taktik gerilya Jenderal Soedirman.
“ETK tidak hanya menjadi ajang gerak jalan antarwilayah, tetapi juga sarana pembentukan karakter, watak, kedisiplinan dan persaudaraan, sekaligus pembuktian peran nyata Gerakan Pramuka di tengah masyarakat,” terang Arief dalam laporan singkat penyelenggaraan ETK Kabupaten Rembang.
ETK Tahun 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” serta slogan “Bergerak Bersama Mewarnai Peradaban Bangsa.”
Sementara itu, Liwa ETK yang digunakan adalah “Yuana Reksa Bhadra Pramudhita”, yang bermakna Pemuda Perawat Keselamatan Alam Semesta.
Di Kabupaten Rembang, rangkaian ETK berlangsung selama dua hari, yakni 30 dan 31 Agustus 2026. Secara keseluruhan, kirab ETK dilaksanakan selama 11 hari dengan rute menuju pusat Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas.
Di wilayah Rembang, rute kirab dimulai dari Alun-alun Rembang menuju Kecamatan Sulang dan Kecamatan Sumber, kemudian dilanjutkan menuju Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Setiap etape ditempuh berdasarkan jalur yang telah dipetakan dengan standar jarak minimal lima kilometer dan waktu tempuh sekitar satu jam.
Pasukan inti ETK Kabupaten Rembang terdiri atas 61 orang yang mengenakan seragam Pramuka lengkap. Jumlah dan susunan formasi tersebut memiliki filosofi yang berkaitan dengan sejarah serta nilai-nilai kepramukaan.
Formasi 17 terdiri atas pembawa spanduk, pemimpin pasukan pembawa cikal, serta pembawa Bendera Merah Putih yang melambangkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selanjutnya, formasi sembilan diisi sembilan pembawa Bendera Tunas Kelapa yang melambangkan Hari Tunas Pramuka pada 9 Maret 1961.
Formasi tiga terdiri atas pembawa naskah sambutan Ka Mabida/pesan kesan, pembawa Liwa ETK, serta pembawa Bendera Morse yang melambangkan Tri Satya.
Kemudian formasi 14 terdiri atas pembawa Tunas Kelapa beserta ransel anyaman yang melambangkan Hari Pramuka pada 14 Agustus 1961. Formasi delapan diisi delapan anggota Penggalang pembawa tongkat Pramuka bertali yang melambangkan bulan Agustus.
Sementara formasi 10 diisi pembawa bendera semaphore yang melambangkan Dasa Dharma Pramuka.
Selain pasukan inti, terdapat 62 orang pasukan pendukung yang terbagi dalam dua peleton. Pasukan tersebut terdiri atas Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, serta unsur dinas dan instansi.
Kirab juga semakin semarak dengan kehadiran pasukan penggembira dan pengiring yang melibatkan masyarakat umum, kelompok seni budaya, drumband, serta organisasi kemasyarakatan.
Arief menegaskan, semangat ETK tidak berhenti pada kegiatan kirab. Panitia bersama jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwarran) juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut meliputi donor darah, bumbung kemanusiaan, penanaman pohon, trauma healing, sarasehan dan bedah buku, pembagian sembako bagi masyarakat desil 1–2, eco bakti sosial, sumbangan perpustakaan, pengobatan gratis, bazar UMKM, renovasi musala, hingga bedah rumah.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat secara langsung sekaligus memperkuat kehadiran Gerakan Pramuka sebagai bagian dari masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, semangat pengabdian dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh. Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Arief.
Melalui perpaduan kirab, kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, ETK Kabupaten Rembang Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memantapkan peran Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Mif/rd/Kominfo)
