Pemerintah Kabupaten Rembang

Festival Thong Thong Lek Tetap Meriah di Tengah Hujan, Pemkab Rembang Komitmen Lestarikan Tradisi

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menyaksikan Festival Thong Thong Lek yang digelar pada Selasa (17/3) malam. Ribuan warga tetap memadati sepanjang lintasan, menikmati kemeriahan tradisi khas bulan Ramadan di Rembang tersebut.

Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi antusiasme peserta maupun masyarakat yang tetap tinggi meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Ia menyebut, hujan sempat mereda sehingga kegiatan tetap bisa berlangsung dengan lancar hingga selesai.

“Walaupun hujan, antusias para peserta maupun masyarakat tetap baik. Alhamdulillah tadi sekitar pukul 21.00 hujan sudah agak reda, jadi kegiatan tetap berjalan. Anak-anak bahkan ada yang memakai jas hujan, tetap selamat dan semangat sampai selesai,” ujarnya.

Harno menegaskan Festival Thong Thong Lek merupakan bagian dari tradisi budaya yang perlu terus dilestarikan di Kabupaten Rembang. Ia memastikan kegiatan tersebut akan terus digelar setiap tahun selama kondisi tetap aman dan tertib.

“Ini adalah tradisi budaya Kabupaten Rembang. Alhamdulillah sudah dua tahun berturut-turut kita adakan. Selama masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, berharap hujan yang turun membawa berkah bagi daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang tetap berpartisipasi dalam festival.

“Mudah-mudahan hujan ini membawa rahmat dan barokah untuk Kabupaten Rembang. Kami ucapkan terima kasih kepada para peserta atas keikutsertaannya. Ada pantun, ‘udan tanpa mendung, kebacut dandan kudu manggung’,” tuturnya.

Prapto menjelaskan, Festival Thong Thong Lek bertujuan untuk melestarikan seni dan tradisi daerah sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi para pelaku seni. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat selama bulan Ramadan.

“Tujuan kegiatan ini adalah menjaga kelestarian seni budaya Thong Thong Lek, memberikan wadah kreativitas dan regenerasi pelaku seni, serta memberikan hiburan kepada masyarakat,” jelasnya.

Festival tahun ini mengusung tema “Tradisional Era 70 dan 90” dengan diikuti sebanyak 25 kelompok Thong Thong Lek dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang. Adapun hadiah yang diperebutkan meliputi juara pertama sebesar Rp4 juta, juara kedua Rp3,5 juta, dan juara ketiga Rp3 juta, masing-masing dilengkapi piagam dan sertifikat.

“Selain itu, juga diberikan hadiah harapan I sebesar Rp2,75 juta, harapan II Rp2,5 juta, dan harapan III sebesar Rp2,3 juta,” pungkasnya.

Adapun hasil lomba Festival Thong Thong Lek Rembang 2026 sebagai berikut:

(re/rd/kominfo)

 

Exit mobile version