Kinerja investasi di Kabupaten Rembang pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Selain mencatat realisasi investasi sebesar Rp234,58 miliar, sektor ini mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja pada Triwulan I 2026 mencapai 5.377 orang. Angka tersebut meningkat 14,62 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan investasi yang masuk ke Kabupaten Rembang tetap produktif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Penurunan nilai investasi tidak berdampak pada tenaga kerja. Justru penyerapan tenaga kerja meningkat. Ini menunjukkan investasi yang ada tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (9/7).
Dwi menjelaskan, realisasi investasi Triwulan I 2026 telah mencapai 16,76 persen dari target investasi dalam RPJMD Tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,484 triliun.
Dari total investasi yang terealisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp207,35 miliar atau 88,39 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp27,22 miliar atau 11,61 persen.
Dominasi PMDN dinilai menjadi indikator positif karena manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat lebih banyak berputar di dalam negeri dan memperkuat perekonomian lokal.
Berdasarkan sektor usaha, industri mineral nonlogam menjadi kontributor investasi terbesar dengan nilai Rp54,21 miliar. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp47,95 miliar serta sektor jasa lainnya sebesar Rp26,32 miliar.
Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor perdagangan dan reparasi menjadi penyerap terbesar dengan 1.601 tenaga kerja. Disusul industri makanan sebanyak 1.349 tenaga kerja dan sektor jasa lainnya sebanyak 1.054 tenaga kerja.
Adapun berdasarkan wilayah, Kecamatan Rembang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, diikuti Kecamatan Gunem dan Kecamatan Sluke. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan industri di wilayah tersebut terus berkembang dan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja.
Selain investasi skala besar, aktivitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK) juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada Triwulan I 2026 tercatat sebanyak 1.763 proyek UMK melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan nilai komitmen investasi mencapai Rp116,87 miliar.
Dwi menuturkan, capaian investasi tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Langkah yang dilakukan antara lain melalui optimalisasi sistem OSS berbasis risiko, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha.
“Orientasi kami adalah memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan agar kepercayaan investor terus meningkat,” tegasnya.
Secara kumulatif, hingga akhir tahun 2025 total realisasi investasi di Kabupaten Rembang telah mencapai Rp15,47 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 139.372 orang.
Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan guna memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Rembang, Arifin, menilai prospek investasi di Kabupaten Rembang ke depan cukup menjanjikan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan pelayanan perizinan yang terus membaik menjadi modal penting dalam menarik minat investor.
“Dari sisi kami sebagai pengusaha, tentu berharap pelayanan perizinan bisa terus ditingkatkan. Karena pemerintah merupakan mitra penting dalam mendukung dunia usaha,” ujarnya.
Arifin juga optimistis terhadap perkembangan investasi di Kabupaten Rembang. Ia menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mengawal investasi menjadi sinyal positif bagi para pelaku usaha.
“Saya optimistis investasi di Rembang ke depan akan semakin baik. Pemerintah daerah sangat mendukung dan memiliki komitmen kuat dalam mengawal investasi yang masuk,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)
