Upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan literasi masyarakat menunjukkan hasil menggembirakan. Selama tiga tahun terakhir, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Rembang terus mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang, pada tahun 2022 IPLM tercatat sebesar 44,63 dan TGM di angka 61. Setahun kemudian, atau di 2023, angka tersebut naik menjadi IPLM 58,78 dan TGM 61,77. Kenaikan kembali terjadi di 2024, dengan IPLM 63,37 dan TGM 73,35.
Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan layanan dan sarana perpustakaan yang terus dilakukan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah angka literasi di Kabupaten Rembang terus meningkat dari tahun ke tahun. Indikator kinerja kami di bidang perpustakaan, yaitu IPLM dan Tingkat Kegemaran Membaca, selalu naik,” ujarnya (14/11).
Sholchan menambahkan, untuk tahun 2025, nilai IPLM dan TGM masih menunggu hasil resmi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Data capaian 2025 baru akan diumumkan pada 2026 mendatang, setelah seluruh rangkaian tahun anggaran selesai.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan minat baca dan literasi, Pemkab Rembang melalui APBD Perubahan 2025 juga mengalokasikan anggaran untuk penataan lingkungan, pembangunan pagar, serta pengadaan peralatan home theater di kompleks perpustakaan daerah.
“Harapannya di akhir tahun ini home theater-nya sudah bisa terwujud. Proses pengadaan sudah di PBJ,” terang Sholchan.
Menurutnya, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk pemutaran profil perpustakaan serta film-film edukasi bagi pengunjung, terutama anak-anak sekolah.
“Home theater itu nanti kami gunakan untuk menambah wawasan anak-anak. Jadi kalau ada kunjungan dari sekolah-sekolah, pertama kami ajak nonton sekitar 30 menit, baru kami ajak keliling mengenal perpustakaan,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi inovasi baru untuk menarik minat masyarakat, sekaligus memperkuat budaya literasi di Kabupaten Rembang.
“Itu bagian dari upaya penambahan minat pengunjung, dan yang kedua untuk peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Rembang,” pungkas Sholchan.
Dengan konsistensi dalam pengembangan layanan, fasilitas, dan kegiatan literasi, Pemerintah Kabupaten Rembang optimistis perpustakaan daerah akan semakin diminati masyarakat, sekaligus menjadi pusat pembelajaran dan edukasi yang inspiratif bagi generasi muda. (re/rd/kominfo)
