Pengendara yang biasa melintas di jalur Tireman–Japerejo kini dapat menikmati akses jalan yang lebih nyaman. Proyek rekonstruksi jalan sepanjang 6,71 kilometer tersebut resmi rampung pada Rabu (20/5), bertepatan dengan hari terakhir masa kontrak pekerjaan selama 150 hari kalender.
Ruas jalan yang menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah di pagi hari itu, kini telah dibangun dengan konstruksi rigid beton yang dilapisi hotmix aspal. Proyek yang bersumber dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senilai sekitar Rp38 miliar tersebut mulai dikerjakan sejak 22 Desember 2025.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo membenarkan pekerjaan ruas Tireman–Japerejo telah selesai sesuai target. Menurutnya, lebar jalan tetap dipertahankan 7 meter tanpa pelebaran badan jalan, namun ditambah bahu jalan di sisi kanan dan kiri agar terasa lebih lapang bagi pengguna jalan.
“Ada beberapa titik yang dipasang drainase, terutama di titik awal Tireman. Dipasang u-ditch yang diarahkan ke Pantura,” terangnya, Kamis (21/5).
Selain perbaikan badan jalan, pada titik awal ruas Tireman juga dilakukan penataan sudut traffic light guna memberikan ruang persimpangan yang lebih optimal sehingga memudahkan manuver kendaraan. Pemerintah Kabupaten Rembang juga menangani sambungan jalan dari perempatan lampu merah Jape ke arah timur menggunakan anggaran kabupaten sepanjang kurang lebih 500 meter.
Sementara itu, paket IJD lainnya yakni ruas Landoh–Seren juga telah lebih dulu rampung dikerjakan. Pada ruas tersebut dilakukan pelebaran jalan dari semula 4 meter menjadi 5,5 meter dengan panjang penanganan sekitar 4,5 kilometer.
Bupati Rembang, Harno berharap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rembang dapat terus dilakukan secara bertahap hingga merata di seluruh wilayah. Menurutnya, penanganan jalan akan disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Saya akan selalu berdoa dan berusaha untuk bisa memperbaiki Rembang, termasuk menambah PAD yang tidak memberatkan masyarakat, serta komunikasi dengan provinsi dan pusat,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)
