Pemerintah Kabupaten Rembang

Jelang Musim Penghujan, Lima Kecamatan Diminta Siaga

Menghadapi musim penghujan yang diperkirakan turun pada akhir November atau awal Desember mendatang, Pemkab Rembang terus melakukan berbagai persiapan termasuk rapat koordinasi untuk meminimalisir bencana saat musim penghujan.

Dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana dan antisipasi menghadapi musim penghujan yang digelar di aula lantai 4 gedung Setda Rembang, Rabu (25/10/2023), Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ meminta semua pihak melakukan koordinasi dan komunikasi lintas sektoral. Sekaligus menghasilkan konsep yang strategis dalam untuk antisipasi menghadapi musim penghujan.

“Jadi ini nanti saya harap ada konsep yang lebih strategis. Tidak grudak-gruduk seperti biasanya, karena kita memang sebelumnya tidak ada antisipasi dan perencanaan mitigasi bencana,” ungkapnya.

Wabup menilai, koordinasi dan komunikasi dalam mengantisipasi bencana harus dilakukan hingga di tingkat kecamatan. Terutama pada lima kecamatan yang berpotensi terjadi bencana ketika musim penghujan.

“Seperti Kaliori ini paling berpotensi, kalau hujan pasti langganan (banjir). Kemudian Sumber, Lasem, Rembang Kota, Sarang, Pamotan. Itu kemarin ada 5 Kecamatan yang berpotensi,” bebernya.

Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati menambahkan perlu adanya kesiapan untuk menghadapi rangkaian bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi saat musim penghujan tiba. Seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Oleh sebab itu, lanjut dia, diperlukan upaya-upaya yang efektif dan efisien dalam rangka mengurangi resiko bencana. Karena bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh elemen masyarakat.

“Rapat koordinasi ini sebagai upaya peningkatan koordinasi dan komunikasi lintas sektoral dalam penanganan bencana dan persiapan antisipasi bencana secara tepat, terarah dan terpadu antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam hal perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan serta pengambilan keputusan terhadap penanggulangan bencana,” jelasnya.
(Mif/Rud/Kominfo)

Exit mobile version