Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rembang menggelar Kadin Fest 2026 sebagai ruang kolaborasi pelaku usaha sekaligus upaya mendorong aktivitas ekonomi dan investasi di Kabupaten Rembang.
Rangkaian Kadin Fest 2026 berlangsung mulai 1 hingga 30 Agustus 2026. Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari program Great Sale, pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui Temu Suhu Biar Tahu, hingga Lasem Run yang menjadi kegiatan penutup.
Ketua KADIN Kabupaten Rembang, Arifin, mengatakan Kadin Fest diharapkan dapat membangkitkan semangat pelaku usaha sekaligus mengajak investor melihat berbagai peluang yang dimiliki Kabupaten Rembang.
Menurutnya, Rembang memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian, industri, pertambangan hingga pariwisata. Potensi tersebut perlu diiringi keberanian dan optimisme pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
“Kami ingin mengajak teman-teman pengusaha dari berbagai bidang dan skala usaha untuk bersama-sama berinvestasi di Rembang. Kadin Fest ini menjadi sarana untuk membangun semangat, memperkuat jejaring, dan menunjukkan bahwa Rembang memiliki banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Arifin menilai pelaku usaha di Rembang memiliki kemampuan dalam membaca peluang. Namun, keberanian untuk mengembangkan usaha dan mengambil peluang tersebut perlu terus diperkuat.
“Melalui Kadin Fest ini kami ingin menjadi role model dan mengobarkan semangat para pengusaha agar terus berkembang serta berani mengambil peluang usaha yang ada,” tambahnya.
Dalam program Great Sale, KADIN menggandeng sejumlah UMKM, pusat perbelanjaan, dan sektor perhotelan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas transaksi selama pelaksanaan festival.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Rembang. Kami ingin menghadirkan kolaborasi antar pelaku usaha dan membuka peluang investasi yang lebih luas,” jelasnya.
Selain mendorong transaksi ekonomi, KADIN juga berupaya memperluas jejaring dengan investor dan pelaku usaha dari luar daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi baru bagi Kabupaten Rembang.
Sementara itu, perwakilan tim kreatif Kadin Fest, Abe Sampurna, mengatakan penyelenggaraan festival dirancang tidak hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai sebuah identitas atau intellectual property (IP) yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami ingin Kadin Fest tidak sekadar menjadi event yang selesai setelah kegiatan berlangsung, tetapi menjadi identitas yang kuat dan mampu memperkenalkan Rembang kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Rangkaian Kadin Fest kemudian ditutup dengan Lasem Run 2026 yang digelar pada 30 Agustus di kawasan Pantai Dasun, Lasem.
Ajang lari tersebut membuka kategori 5 kilometer (Fun Run) dan 10 kilometer (Race). Selain menjadi kegiatan olahraga, Lasem Run juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi Lasem kepada peserta dari berbagai daerah.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Kadin Fest 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi antara pelaku usaha, UMKM, masyarakat, serta berbagai pihak untuk bersama-sama mengembangkan potensi ekonomi Kabupaten Rembang. (re/rd/kominfo)
