Pemerintah Kabupaten Rembang

Kampung Ramadan 2026 Resmi Dibuka, Wabup Hanies Ajak UMKM Jaga Kualitas dan Gencarkan Promosi

Kampung Ramadan 2026 yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto atau tepat di depan Radio CBFM Rembang resmi dibuka pada Rabu (18/2). Puluhan pelaku UMKM lokal menghadirkan beragam makanan dan minuman khas Ramadan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berbuka puasa.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemindahan lokasi Kampung Ramadan ke Jalan Gatot Subroto telah melalui kajian matang dan aspirasi masyarakat.

“Ini kenapa yang Rembang Kota ditempatkan di Jalan Gatot Subroto? Ini memang karena melalui beberapa kajian dan aspirasi dari masyarakat. Jadi bukan asal pindah, tetapi berdasarkan kajian dari teman-teman Disdag dan Disdagkop UMKM,” ungkapnya saat membuka secara resmi Kampung Ramadan 2026.

Ia menilai, tingkat keramaian tidak semata ditentukan oleh lebar jalan atau lokasi yang terlihat lebih strategis. Menurutnya, banyak faktor yang memengaruhi laris tidaknya penjualan.

Wabup Hanies menekankan pentingnya promosi kreatif di era digital. Ia mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

“Promosi sekarang itu pakai apa saja bisa. Media sosial, TikTok. Jadi promosi bisa lebih digencarkan lagi. Kalau masyarakat sudah tahu di sini pusat jajanan dan pusat UMKM, pasti akan kesedot ke sini semua,” katanya.

Ia memastikan, keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM tidak pernah berhenti. Bahkan, menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak seperti BUMN dan BUMD menjadi bukti dukungan nyata tanpa harus selalu mengandalkan APBD.

Laki-laki yang akrab disapa Gus Hanies ini berharap Kampung Ramadan menjadi etalase produk UMKM Rembang, bukan sekadar wisata kuliner musiman.

“Ini harus menjadi etalase dari produk panjenengan semua. Bukan hanya wisata kuliner, tapi kesempatan menunjukkan bahwa produk UMKM Rembang bisa bersaing, layak dikonsumsi, dan layak naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memeriahkan bulan suci Ramadan sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini untuk memeriahkan Ramadan sekaligus meningkatkan kepedulian kita di bidang usaha mikro. Kita mendorong pemberdayaan UMKM agar bangkit dan menumbuhkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kampung Ramadan 2026 digelar mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2026 di sejumlah titik. Untuk wilayah kota, kegiatan dipusatkan di Jalan Gatot Subroto. Selain itu, bazar juga digelar di Alun-alun Lasem, Pasar Kragan, pusat kuliner Pamotan, serta di Kecamatan Sumber.

Di Jalan Gatot Subroto tersedia 40 stan untuk 80 usaha mikro. Secara keseluruhan tercatat sekitar 250 UMKM terlibat dalam Kampung Ramadan di berbagai wilayah tahun ini.

Pelaksanaan Kampung Ramadan 2026 ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu perwakilan UMKM, Nur Hidayah, menilai kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang berjualan musiman, melainkan momentum penting untuk memperkuat eksistensi produk lokal.

Menurutnya, kehadiran Kampung Ramadan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat secara lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas usaha, baik dari segi pelayanan, kemasan, hingga strategi pemasaran.

“Bagi kami para pelaku UMKM, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang berjualan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk lokal, meningkatkan kualitas usaha, serta memperluas jaringan pemasaran,” ungkap Nur Hidayah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM terus berlanjut, tidak hanya saat Ramadan. Dukungan dalam bentuk pembinaan, promosi, serta fasilitasi dinilai sangat membantu pelaku usaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Dukungan dari pemerintah melalui pembinaan, promosi, dan fasilitasi sangat berarti bagi kami untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Semoga meskipun lokasi berpindah, daya beli masyarakat tetap sama bahkan lebih baik dari tahun lalu,” katanya.

Nur Hidayah juga mengusulkan agar selama Ramadan digelar berbagai event pendukung, seperti lomba maupun hiburan, guna menarik lebih banyak pengunjung ke area bazar. Dengan semakin ramainya pengunjung, diharapkan transaksi penjualan para pelaku UMKM ikut meningkat. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version