Sejak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen penuh untuk menyukseskan program nasional tersebut. Hasilnya, hingga akhir 2025, sebanyak 342.181 warga Kabupaten Rembang telah mengikuti CKG.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii, menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan pelaksanaan CKG pada 2025 minimal menjangkau 40 persen dari total penduduk kabupaten. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, capaian CKG di Rembang per 30 Desember 2025 telah mencapai 51,37 persen.
“Ini merupakan hasil kerja keras teman-teman puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, serta dukungan seluruh pihak,” ungkap dr. Ali.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Rembang berhasil menempati peringkat tiga besar se-Jawa Tengah dalam pelaksanaan program CKG. Ia berharap pada tahun 2026 mendatang, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Rembang, dr. Maria Rehulina, menjelaskan bahwa puskesmas aktif melakukan strategi jemput bola untuk memperluas jangkauan layanan CKG.
“Puskesmas membuka layanan CKG di berbagai pertemuan masyarakat di desa, seperti pengajian, kegiatan PKK, dan forum kemasyarakatan lainnya. Kami juga berkoordinasi dengan lintas OPD apabila terdapat kegiatan yang melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes juga menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan di lingkungan kerja.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan kini semakin meningkat. Mereka mulai memahami pentingnya deteksi dini penyakit. Harapannya, kesadaran ini terus tumbuh,” tandasnya. (Mif/RD/Kominfo)
