Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Rembang akhir Tahun Anggaran 2025 mulai dilakukan oleh DPRD Kabupaten Rembang melalui pembentukan empat panitia khusus (Pansus).
Bupati Rembang, Harno, berharap hasil pembahasan DPRD dapat menjadi bahan evaluasi strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah ke depan.
Untuk membahas LKPJ tersebut, DPRD Kabupaten Rembang telah membentuk empat pansus dengan bidang tugas masing-masing.
Pansus 1 bertugas membahas bidang hukum dan pemerintahan, Pansus 2 menangani bidang ekonomi dan keuangan, Pansus 3 fokus pada bidang pembangunan, serta Pansus 4 membahas bidang kemasyarakatan. Keanggotaan pansus berasal dari usulan masing-masing fraksi di DPRD.
Dalam forum tersebut, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Joko Suprihadi, menyampaikan catatan terkait kelengkapan dokumen LKPJ yang diterima.
“Saya hanya ingin memastikan dokumen yang kita terima ini. Ada beberapa bagian yang tidak lengkap, terutama terkait realisasi capaian pembangunan 2025. Banyak sekali tabel yang realisasinya tidak ada atau kosong,” ungkap Joko.
Ia mencontohkan, pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, target pertumbuhan sebesar 2,5 persen, namun realisasinya tidak tercantum. Hal serupa juga terjadi pada sektor industri pengolahan yang memiliki target pertumbuhan dua persen, tetapi realisasinya nihil. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyulitkan kerja pansus dalam menyusun rekomendasi.
“Pansus ini akan bekerja menghasilkan rekomendasi. Ketika tidak ada capaian realisasi, maka kita tidak bisa memberikan catatan atau evaluasi terhadap dokumen tersebut,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Rembang, Muhammad Bisri Cholil Laqouf, yang akrab disapa Gus Gipul, merekomendasikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera melengkapi data yang masih kosong.
Hal ini dinilai penting agar proses pembahasan di tingkat pansus dapat berjalan optimal dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif.
“Bilamana memang itu kemarin dikerjakan untuk bisa mengisi apa yang sudah dicapai,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)
