
Bupati Rembang, Harno meresmikan musala Darul Ilmi milik SMP Negeri 2 Rembang, Jumat (10/7/2026). Kehadiran rumah ibadah baru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan bagi para siswa.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Harno. Acara tersebut turut dihadiri guru, siswa, para donatur, alumni, serta diisi tausiah oleh KH Syarofudin Ismail Qoimas.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, kepala sekolah, serta seluruh donatur yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan mushola tersebut. Ia berharap seluruh amal baik yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT.
Bupati juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan mushola bukan sekadar fasilitas ibadah, melainkan tempat membentuk kepribadian yang lebih baik.
Menurutnya, keberadaan mushola harus mampu menumbuhkan semangat beribadah, memperbaiki akhlak, dan mempererat persaudaraan di lingkungan sekolah.
“Kepada seluruh siswa saya berpesan agar menjaga dan merawat mushola ini dengan baik. Jadikanlah mushola ini sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak dan mempererat tali persaudaraan di lingkungan sekolah,” katanya.
Ia berharap peresmian Mushola Darul Ilmi membawa keberkahan bagi seluruh warga SMP Negeri 2 Rembang. Selain menjadi sarana ibadah, mushola tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Rembang yang unggul, berkarakter, religius, dan berdaya saing.
Kepala SMP Negeri 2 Rembang, Wiyono, mengatakan Mushola Darul Ilmi merupakan mushola kedua yang dimiliki sekolah di Jalur Pantura Desa Kabongan Lor. Pembangunan dilakukan karena mushola lama sudah tidak lagi mampu menampung kebutuhan kegiatan keagamaan seiring bertambahnya jumlah peserta didik.
Menurutnya, mushola yang lama tetap akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Sementara mushola baru diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah dan pendidikan karakter siswa dengan lebih optimal.
“Mushola yang lama tetap kami gunakan untuk kegiatan keagamaan, untuk bimbingan-bimbingan keagamaan. Karena kami punya mushola kecil yang seiring perkembangan tahun, seiring perkembangan siswa kami sudah tidak mencukupi,” ujar Wiyono.
Ia menjelaskan Mushola Darul Ilmi dibangun dari iuran wali murid, alumni, dan para donatur. Pihak sekolah berkomitmen menjaga, merawat, sekaligus memakmurkan mushola agar terus memberi manfaat bagi warga sekolah. (Mif/rd/Kominfo)
