Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di ruang rapat paripurna Sekretariat DPRD, Jumat (27/3/2026). Dalam forum tersebut, muncul usulan agar Pemkab menggelar kegiatan “ngopi bareng” secara rutin setiap pekan.
Usulan itu disampaikan perwakilan Forum UMKM Rembang, Aris Sunandar. Ia mengusulkan adanya satu hari khusus dalam sepekan untuk kegiatan ngopi bersama di lingkungan Pemkab.
Menurut Aris, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan kopi lelet yang merupakan produk khas Kabupaten Rembang dan telah dikenal secara luas.
“Kami mengusulkan ada hari tertentu di lingkungan Pemda untuk mengadakan semacam ngopi bareng. Karena identitas Rembang, kopi lelet sudah populer secara nasional,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fakhrudin, mengatakan bahwa budaya ngopi bersama sebenarnya sudah kerap dilakukan di lingkungan Pemkab.
Ia menyebut, sejak awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, kegiatan ngopi bareng sudah menjadi kebiasaan, bahkan kerap disertai diskusi santai.
“Sejak awal, Bupati dan Wakil Bupati memang suka ngopi bareng. Nanti perencanaan akan dimatangkan. Masukan yang disampaikan tentu kami terima, terima kasih,” kata Fakhrudin.
Berdasarkan pantauan, kebiasaan minum kopi juga cukup melekat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rembang. Aktivitas tersebut kerap dilakukan pada pagi hari untuk menambah semangat dalam bekerja. (Mif/RD/Kominfo)
