Pemerintah Kabupaten Rembang

Pasar Rembang Dilengkapi “Sijagad”, Pantau Harga Komoditas Lebih Mudah

Pasar Rembang kini memiliki fasilitas baru berupa Digital Signage Sijagad (Sistem Informasi Jaga Disparitas Harga) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau harga komoditas bahan pokok. Perangkat ini menampilkan informasi harga 13 komoditas bahan pokok yang menjadi pantauan inflasi dan mulai dipasang sejak Sabtu (7/4).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, menyampaikan bahwa perangkat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program “Ngopeni Ngelakoni Jateng” yang disalurkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah kepada Dindagkop UKM Kabupaten Rembang.

Mahfudz menjelaskan, Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah penerima bantuan karena termasuk wilayah yang menjadi titik penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK). Oleh karena itu, keberadaan alat ini diharapkan dapat mendukung keterbukaan informasi harga serta membantu masyarakat memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.

“Jadi pemerintah provinsi memberikan bantuan alat kepada beberapa kabupaten yang menjadi pusat penghitungan IHK atau Indeks Harga Konsumen. Termasuk salah satunya di Kabupaten Rembang,” ujar Mahfudz, Senin (9/4).

Ia menjelaskan, perangkat Digital Signage Sijagad ditempatkan di pasar yang menjadi titik penghitungan inflasi. Di Kabupaten Rembang terdapat dua lokasi yang menjadi titik penghitungan tersebut, yakni Pasar Rembang dan Pasar Lasem.

“Karena bantuan yang diterima hanya satu unit, alat tersebut ditempatkan di Pasar Rembang,” imbuhnya.

Melalui perangkat ini, masyarakat dapat melihat informasi harga berbagai kebutuhan pokok yang diperbarui setiap hari. Harga yang ditampilkan merupakan harga rata-rata komoditas dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sehingga dapat menjadi acuan umum bagi masyarakat dalam memantau perkembangan harga.

“Jadi harga-harga itu sudah dirata-rata dari 35 kabupaten/kota. Mungkin harga di Rembang sekian, di Pati sekian, di Wonosobo sekian. Itu dirata-rata sehingga menjadi harga yang bisa dipedomani oleh masyarakat,” jelasnya.

Mahfudz menambahkan, masyarakat yang akan berbelanja di pasar dapat terlebih dahulu melihat pergerakan harga bahan pokok, apakah sedang naik atau turun. Beberapa komoditas yang ditampilkan antara lain beras, minyak goreng, daging, ikan, telur, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Jika masyarakat ingin mengetahui fitur lain yang tersedia di perangkat tersebut, operator Pasar Rembang siap membantu memberikan panduan. Selain melalui layar digital di pasar, masyarakat juga dapat mengakses informasi tersebut secara daring melalui laman jagad.glide.page.

“Harapannya masyarakat bisa memantau harga-harga komoditas yang dijual di pasar, khususnya bagi masyarakat yang berbelanja di Pasar Rembang melalui alat ini,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version