Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung langkah PT Rembang Migas Energi (RME) dalam mengembangkan usaha perdagangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari upaya penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Momentum kebangkitan PT RME ditandai dengan peluncuran penggunaan CNG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorokandang, Kecamatan Lasem. Langkah tersebut menjadi awal transformasi bisnis perusahaan setelah kembali aktif menjalankan usaha.
Direktur PT RME, Rizal Wijaya, mengatakan perusahaan saat ini fokus mengembangkan pasar CNG sebagai sektor usaha yang dinilai memiliki prospek baik untuk mendukung keberlanjutan perusahaan.
Ia menargetkan sedikitnya 50 persen dari total SPPG yang ada di Kabupaten Rembang dapat menjadi pelanggan CNG PT RME dalam waktu dekat.
“Jika target tersebut tercapai, insya Allah dalam satu tahun ke depan PT RME sudah bisa memberikan deviden untuk daerah,” ujarnya.
Selain menyasar dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), PT RME juga berencana memperluas pemasaran CNG ke sektor industri kecil dan menengah (IKM), hotel, restoran, serta berbagai usaha kuliner lainnya.
Wakil Bupati Rembang menyambut positif langkah PT RME yang kembali menjalankan aktivitas usaha dan mengembangkan bisnis di sektor energi. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kinerja BUMD agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, BUMD kok nggak ngasih deviden. Lhah ini mau jualan CNG,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang berharap pengembangan usaha yang dilakukan PT RME dapat berjalan sesuai target sehingga perusahaan daerah tersebut mampu tumbuh lebih sehat, mandiri, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sebagai informasi, PT RME merupakan BUMD Kabupaten Rembang yang sebelumnya mengelola potensi gas bumi di wilayah Kecamatan Sumber. Seiring tidak beroperasinya produksi gas dari Sumur Krikilan dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas usaha perusahaan ikut terdampak. Melalui pengembangan bisnis CNG, PT RME kini berupaya membangun kembali kinerja usaha sekaligus memperluas pemanfaatan energi gas di Kabupaten Rembang. (Mif/rd/Kominfo)
