Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan wisata. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) RKPD Tahun 2027 yang digelar di ruang sidang paripurna DPRD Rembang, Jumat (27/3).
Dalam forum tersebut, perwakilan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Rembang, Abdul Wahid, menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku wisata dan pengelola destinasi. Ia menilai, penguatan SDM menjadi kunci agar sektor pariwisata mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Wahid juga menekankan perlunya peningkatan pelayanan wisatawan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam aspek infrastruktur, keamanan, keselamatan, kesehatan, hingga penyediaan informasi.
“Kalau bisa berkolaborasi semuanya, OPD-OPD, terutama untuk infrastruktur, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan informasi, termasuk hal-hal yang sempat viral kemarin,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung persoalan penyesuaian tiket di Pantai Karangjahe yang sempat viral. Menurutnya, kebijakan tersebut telah melalui mekanisme musyawarah desa dan dituangkan dalam peraturan desa.
“Di Karangjahe itu sudah dimusdeskan. Kami dari pengelola hanya melaksanakan peraturan desa (Perdes),” jelasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya sejalan dengan kebutuhan penguatan SDM dan pelayanan pariwisata. Upaya peningkatan kapasitas pelaku wisata, kata dia, selama ini telah difasilitasi melalui program Dinas Pariwisata.
“Peningkatan sumber daya manusia pariwisata ini sudah kami upayakan melalui Dinas Pariwisata. Nanti akan dilihat model atau role model yang tepat seperti apa,” terangnya.
Terkait kolaborasi lintas OPD dan isu keamanan serta ketertiban di destinasi wisata, Fahrudin memastikan bahwa pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan koordinasi secara rutin guna menjaga kondisi yang kondusif.
“Jangan khawatir terkait ketertiban dan keamanan. Kami bersama Forkopimda secara rutin melakukan rapat dan koordinasi untuk menjaga stabilitas, termasuk potensi kerawanan di tempat wisata seperti Karangjahe,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta Dinas Pariwisata untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan peningkatan kualitas SDM pariwisata, sekaligus mendorong inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di lapangan.
Selain itu, Fahrudin juga menyinggung program jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat melalui program “satu desa satu sarjana”. Program tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai sektor pembangunan, termasuk pariwisata.
“Kalau ini berjalan lima tahun dan berkelanjutan, saya yakin peningkatan sumber daya manusia akan tercapai, sehingga sektor pariwisata tidak terkendala keterbatasan SDM, baik dalam pemasaran maupun penyajian,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)
