Pemerintah Kabupaten Rembang terus memaksimalkan pemanfaatan videotron yang mulai beroperasi sejak Desember 2025. Upaya ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik pemerintah daerah untuk memperluas akses informasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan daerah.
Setelah videotron dipasang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menerima banyak masukan dari warga, terutama permintaan agar videotron dapat menayangkan pertandingan tim nasional Indonesia maupun PSIR Rembang. Aspirasi ini langsung ditindaklanjuti dengan menayangkan pertandingan tandang PSIR melawan Safin Pati FC, Rabu (15/1/2026).
Subkoordinator Pengelolaan Informasi Publik Dinkominfo Rembang, Rudy Heryanto, menegaskan bahwa pemanfaatan videotron harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan manfaat nyata.
“Kita langsung merespons masukan masyarakat. Pertandingan yang disiarkan secara streaming kita tampilkan di videotron. Ini menjadi langkah awal, dan ke depan penayangan akan terus kita optimalkan,” ujarnya.
Rudy menambahkan, lokasi videotron yang berada di kawasan alun-alun membuat sarana ini ideal sebagai ruang berkumpul masyarakat, sejalan dengan konsep ruang publik yang lebih interaktif.
“Videotron ini memperkuat fungsi alun-alun sebagai ruang publik. Masyarakat bisa berkumpul, menikmati tontonan bersama, dan merasakan suasana kebersamaan,” imbuhnya.
Warga Desa Tireman, Jalegi, menyambut baik kebijakan Pemkab yang menayangkan pertandingan PSIR di videotron. Ia menyampaikan kebahagiaannya melihat antusiasme anak-anak yang menonton bersama.
“Saya dan anak-anak sangat antusias, itu waktu PSIR cetak gol anak-anak pada sorak-sorak alhamdulillah. Tanggapan saya sangat membantu warga Rembang yang tidak bisa ke luar kota, perlu dilanjutkan itu mas,” ungkapnya.
Ia juga berharap ke depan videotron dapat menayangkan pertandingan Timnas Indonesia sebagai alternatif ruang nonton bareng yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Melalui pemanfaatan videotron yang lebih variatif, Pemkab Rembang berkomitmen memperkuat strategi komunikasi publik berbasis teknologi, menghadirkan layanan informasi yang lebih dekat, dan menyediakan ruang hiburan masyarakat yang inklusif. (Mif/RD/Kominfo)
