Ketersediaan beras di Kabupaten Rembang menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman. Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menyebut stok beras masih mencukupi bahkan hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, mengatakan ketersediaan beras saat ini cukup melimpah. Stok beras di gudang Bulog tercatat sekitar 8.000 ton, sementara di Sari Buana mencapai sekitar 550 ton.
“Kalau stok beras jelang hari raya di Kabupaten Rembang masih cukup, Mas. Di Bulog sendiri ada sekitar 8.000 ton, kemudian di Sari Buana sekitar 550 ton,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, ketersediaan beras di Kabupaten Rembang diperkirakan tetap aman dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini juga didukung dengan mulai berlangsungnya panen padi di sejumlah wilayah sehingga pasokan beras dipastikan terus bertambah.
Meski sempat terjadi angin kencang yang menyebabkan sebagian tanaman padi roboh, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap hasil panen secara keseluruhan.
“Produksi petani cukup bagus. Memang ada beberapa tanaman yang sempat ambruk karena angin kencang, tapi secara umum masih bisa dipanen dengan kondisi yang cukup baik,” jelasnya.
Bahkan saat ini gudang Bulog masih dalam kondisi penuh. Selain itu, masih terdapat program bantuan pangan (Bapang) dari Bulog yang belum seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat. Dengan kondisi tersebut, stok beras di Kabupaten Rembang saat ini tergolong berlebih.
“Ini bahkan Bulog itu sendiri mau nangkap hasil panenan juga mereka masih full gudangnya. Karena kan dari Bulog ada kegiatan Bapang ya, bapang ini belum tersalurkan,” terangnya.
Meski stok beras dipastikan aman, peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadan hingga Idulfitri diperkirakan tetap akan terjadi. Untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus menekan kenaikan harga, Dintanpan Rembang telah menggelar Gerakan Pasar Murah di Kampung Ramadan.
Ia menuturkan bahwa dalam kegiatan pasar murah tersebut Dintanpan menyediakan sekitar dua ton beras bersubsidi bagi masyarakat. Namun jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan warga yang datang.
“Waktu pasar murah kemarin kita menyediakan dua ton beras subsidi. Itu saja masih kurang, ada beberapa pembeli yang tidak kebagian. Padahal itu baru satu hari,” katanya.
Dalam waktu dekat, Dintanpan Rembang kembali akan menggelar kegiatan pasar murah bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Rembang. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Rembang pada Kamis minggu ini.
Pada keesokan harinya, Jumat, pasar murah juga dijadwalkan kembali digelar di Kantor Dintanpan Rembang sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Sesuai arahan Pak Kadin, kita memaksimalkan pelaksanaan pasar murah ini menjelang hari raya. Kamis dan Jumat itu menjadi pelaksanaan terakhir sebelum Lebaran, karena tanggal 18 sudah mulai libur,” tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang juga terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok di pasaran agar kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. (re/rd/kominfo)
