Stok gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Rembang dipastikan aman menjelang Lebaran. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengantisipasi distribusi selama masa libur panjang.
Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz, mengatakan hingga saat ini tidak ditemukan kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Dindagkop UKM Rembang telah melakukan pemantauan terhadap distribusi gas bersubsidi tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Untuk LPG, stok lebaran masih aman, jadi tidak ada kelangkaan,” ujar Mahfudz, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, agar tidak terjadi kendala distribusi di lapangan, pihaknya telah meminta Pertamina agar penyaluran LPG pada tanggal-tanggal libur nasional maupun cuti bersama dapat diatur lebih awal atau setelah hari libur.
“Misalnya kuota yang mestinya dikirim hari Rabu, sementara Rabu libur, maka kami mohon agar dikirim di hari Selasa atau setelahnya. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan pasokan di pangkalan,” jelasnya.
Dengan pengaturan tersebut, diharapkan distribusi LPG di Kabupaten Rembang tetap lancar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan pasokan gas selama periode libur panjang.
Mahfudz menegaskan, hingga saat ini tidak ada pengurangan pasokan LPG dari Pertamina kepada agen maupun dari agen ke pangkalan di Kabupaten Rembang. Kuota LPG untuk Kabupaten Rembang dalam satu tahun mencapai sekitar 6 juta tabung, atau rata-rata sekitar 500 ribu tabung setiap bulan.
“Dengan kuota tersebut, saya harap masyarakat tidak perlu panic buying. Beli saja sewajarnya karena sebenarnya tidak ada kelangkaan,” pungkasnya. (re/rd/kominf0)
