Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat edukasi dan kampanye Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Program Bangga Kencana bersama DPR RI, jajaran BKKBN Jawa Tengah, dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang yang digelar di Gedung KUD Mina Kragan, Kecamatan Kragan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 400 warga Kecamatan Kragan.
Sosialisasi menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengaturan jumlah anak, serta pemenuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Prof. Budi Setiyono, mengatakan pemerintah terus memperkuat berbagai program untuk menekan angka stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Generasi Emas 2045.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.
“Jangan sampai anak atau cucu bapak ibu lahir stunting. Bayi yang lahir tidak normal, kurang berat badannya, atau tinggi badannya, nantinya juga dapat mengganggu tumbuh kembang anak termasuk menurunkan kemampuan kognitif anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil ditujukan untuk membantu mencegah anemia dan kekurangan energi kronis sehingga bayi dapat lahir sehat. Sementara bagi ibu menyusui, pemenuhan gizi diharapkan mendukung kualitas dan volume ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Adapun pemenuhan gizi bagi balita non-PAUD diarahkan untuk membantu mencegah risiko stunting sekaligus mendukung pemantauan tumbuh kembang anak.
Menurut Budi, pencegahan stunting perlu menjadi perhatian bersama karena kualitas kesehatan anak sejak awal kehidupan akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengatakan keluarga yang terencana menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan cerdas.
“Setiap warga Indonesia hendaknya memiliki rencana dalam berkeluarga. Setiap keluarga harus terencana, entah mau anak satu, dua atau tiga,” kata Edy.
Menurutnya, perencanaan keluarga penting agar orang tua dapat menyesuaikan jumlah anak dengan kemampuan keluarga dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Ia menegaskan, Generasi Emas 2045 harus diisi oleh sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan cerdas. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
“Generasi emas itu harus sehat, harus kuat, harus cerdas. Untuk menjadi sehat dan kuat tentu harus diperhatikan gizinya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinsos PPKB Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudin, menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Rembang.
Hingga semester I tahun 2026, capaian peserta baru KB mencapai 47,66 persen. Dari target sebanyak 10.373 peserta baru, tercatat 4.944 akseptor telah mengikuti program KB.
Khusus Kecamatan Kragan, capaian peserta baru KB berada pada angka 37,18 persen.
Menurut Nurdin, peserta KB baru di Kecamatan Kragan masih didominasi metode kontrasepsi suntik dan pil. Kondisi tersebut menjadi tantangan untuk meningkatkan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“Akseptor di Kecamatan Kragan didominasi oleh KB metode suntik dan pil, yang tidak termasuk metode kontrasepsi jangka panjang. Ini tantangan bagi kita semua, terutama penyuluh KB supaya capaian KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang atau MKJP dapat tercapai,” jelasnya.
Ia berharap para penyuluh KB terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi sehingga pasangan usia subur dapat menentukan pilihan sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Selain capaian peserta KB, Kabupaten Rembang juga terus mengembangkan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai salah satu pendekatan pembangunan keluarga berbasis wilayah.
Saat ini, terdapat tiga desa di Kabupaten Rembang yang telah menyandang status Kampung Keluarga Berkualitas kategori berkelanjutan, yakni Desa Sendangmulyo, Woro, dan Sumbergayam.
Kategori berkelanjutan atau paripurna merupakan klasifikasi tertinggi dalam tahapan evaluasi Kampung Keluarga Berkualitas yang terdiri atas kategori dasar, berkembang, mandiri, dan berkelanjutan.
Pada kategori tersebut, pengelolaan program dinilai telah berjalan efektif, mandiri, tepat sasaran, serta memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penguatan Program Bangga Kencana, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, dan pengasuhan anak semakin meningkat.
Kolaborasi pemerintah, DPR RI, jajaran BKKBN, pemerintah daerah, penyuluh KB, serta masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembangunan keluarga di Kabupaten Rembang sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Mif/rd/Kominfo)
