Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang merilis Buku Statistik Sektoral Kabupaten Rembang 2026 di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang, Kamis (11/6/2026). Buku yang memuat data lintas sektor dari perangkat daerah dan kecamatan tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program pemerintah daerah.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang, Budiyono, mengatakan data memiliki peran penting sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah. Melalui buku statistik sektoral, berbagai program pembangunan dapat dirancang berdasarkan kondisi riil di lapangan sehingga intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.
“Data ini sangat penting sebagai dasar bagi pemerintah, khususnya di Kabupaten Rembang, dalam mengambil kebijakan. Program dan kegiatan yang disusun nantinya harus berlandaskan data. Selain itu, data juga digunakan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan yang paling penting dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” ujar Budiyono.
Ia menyampaikan penyusunan Buku Statistik Sektoral telah dilakukan sejak Desember 2025 dan berhasil diselesaikan pada Juni 2026 sesuai target yang ditetapkan. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun anggaran, proses pengumpulan hingga penyusunan data dapat berjalan dengan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, target dan timeline yang telah ditetapkan bisa tercapai sehingga bulan Juni ini menjadi momentum penyebarluasan informasi statistik sektoral Kabupaten Rembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinkominfo Kabupaten Rembang, Moh Nur Said, menjelaskan buku statistik sektoral yang dirilis terdiri atas 451 halaman yang merangkum data dari 40 produsen data, meliputi 26 perangkat daerah dan 14 kecamatan.
Menurutnya, penyusunan buku tersebut merupakan implementasi kebijakan Satu Data Indonesia yang mengintegrasikan berbagai data sektoral dalam satu basis data yang dapat digunakan untuk penyusunan RPJMD, RKPD, hingga pengukuran kinerja pemerintah daerah secara akuntabel.
“Filosofi satu data ini mentransformasi data dari berbagai sektor menjadi data tunggal yang dapat digunakan dalam penyusunan RPJMD, RKPD, dan pengukuran kinerja yang akuntabel,” jelas Nur Said.
Sebelum dipublikasikan, seluruh data melalui proses validasi, klasifikasi, dan penjaminan kualitas dengan pendampingan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang sebagai pembina statistik sektoral. Selanjutnya data disebarluaskan melalui portal data daerah dan Buku Statistik Sektoral Kabupaten Rembang.
Berdasarkan data yang termuat dalam buku tersebut, jumlah penduduk Kabupaten Rembang mencapai 669.145 jiwa. Penduduk usia produktif didominasi generasi milenial dan generasi Z dengan jumlah 332.257 jiwa. Data juga menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan serta tidak adanya lagi desa berstatus tertinggal di Kabupaten Rembang.
Dari sektor ekonomi, perikanan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dengan nilai produksi mencapai sekitar Rp1,07 triliun atau berkontribusi sebesar 24,39 persen terhadap perekonomian Kabupaten Rembang. Di bidang pendidikan tercatat sebanyak 101.594 siswa terdaftar pada berbagai jenjang pendidikan dengan angka harapan lama sekolah mencapai 12,5 tahun.
Sementara itu, sektor kesehatan menunjukkan prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 12,25 persen. Kabupaten Rembang juga didukung empat rumah sakit, jaringan puskesmas, serta tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah.
Nur Said menambahkan, pengembangan statistik sektoral ke depan tidak hanya berfokus pada ketersediaan data, tetapi juga peningkatan kualitas dan pemanfaatannya. Salah satu target yang ingin dicapai adalah penguatan data geospasial dan pengembangan sistem big data daerah.
“Harapan kami ke depan adalah bertransformasi dari sekadar memiliki data menjadi memimpin dengan data. Setelah kualitas data dan kapasitas SDM pengelola data meningkat, tahap berikutnya adalah pemanfaatan data secara optimal hingga menuju pengembangan big data Kabupaten Rembang,” pungkasnya.
Melalui peluncuran Buku Statistik Sektoral 2026, Pemkab Rembang berharap budaya pengambilan keputusan berbasis data semakin kuat sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran. (re/rd/kominfo)
