Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan). Sepanjang tahun 2026, ratusan unit alsintan serta berbagai sarana pendukung pertanian disalurkan kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan dalam kegiatan Sarasehan Petani Tembakau dan Serah Terima Alsintan bersama anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Selasa (7/7). Pada kesempatan tersebut, empat unit *combine harvester* yang bersumber dari APBN diserahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Rembang.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tidak hanya berupa alsintan, tetapi juga pembangunan berbagai infrastruktur yang menjadi penopang kegiatan budidaya.
Menurutnya, pada tahun 2026 Kabupaten Rembang memperoleh alokasi pembangunan 25 unit jaringan irigasi, 18 unit irigasi perpompaan besar, 23 embung, enam *long storage*, satu dam parit, empat jalan usaha tani, serta 22 unit irigasi perpipaan yang seluruhnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami mendapatkan dukungan pembangunan jaringan irigasi sebanyak 25 unit, irigasi perpompaan besar 18 unit, embung 23 unit, *long storage* enam unit, dam parit satu unit, jalan usaha tani empat unit, serta irigasi perpipaan sebanyak 22 unit,” ujar Agus.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menjalankan program optimasi lahan sebanyak 52 paket serta pembangunan 21 embung partisipatif. Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air sekaligus memperluas areal pertanian yang produktif, terutama saat musim kemarau.
Di bidang alsintan, Dintanpan mencatat bantuan dari APBD Kabupaten Rembang meliputi 56 unit kultivator, 27 kendaraan roda tiga, 24 unit perajang tembakau, enam unit pompa air, tujuh unit *combine harvester*, satu unit traktor roda empat, 83 unit traktor roda dua, dan 24 unit traktor roda dua rotari.
Sementara dari pemerintah pusat, Kabupaten Rembang juga memperoleh tambahan bantuan berupa 200 unit pompa air serta sejumlah alsintan lainnya yang akan segera didistribusikan kepada kelompok tani.
“Alhamdulillah kami juga mendapatkan tambahan bantuan dari APBN berupa 200 unit pompa air dan beberapa alat lainnya yang akan diserahkan kepada kelompok tani,” katanya.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan petani. Ia menegaskan alsintan merupakan aset negara yang harus digunakan secara optimal demi meningkatkan produktivitas pertanian, bukan untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, kelompok tani hanya berfungsi sebagai penerima bantuan. Manfaat alat tersebut harus dapat dirasakan seluruh anggota kelompok maupun petani di wilayah sekitarnya.
Firman juga meminta agar alsintan tidak dipindahtangankan ataupun dimanfaatkan untuk kepentingan di luar Kabupaten Rembang. Apabila ditemukan penyalahgunaan, ia meminta Dintanpan segera melaporkannya agar bantuan dapat dialihkan kepada kelompok lain yang lebih membutuhkan.
“Kalau sampai itu terjadi, laporkan kepada kami. Akan kami tarik kembali dan kami alihkan kepada yang lain yang betul-betul untuk kepentingan Kabupaten Rembang. Kami berjuang memperjuangkan ini untuk masyarakat petani di Rembang, bukan untuk petani daerah lain dan bukan untuk para pengepul atau orang-orang kaya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, khususnya melalui Komisi IV DPR RI, yang telah memperjuangkan berbagai program pembangunan pertanian bagi Kabupaten Rembang.
Ia menilai bantuan yang diterima merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan aspirasi masyarakat yang terus diperjuangkan.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Firman Subagyo yang telah membantu menyampaikan aspirasi masyarakat Rembang ke Kementerian Pertanian. Alhamdulillah perjuangan tersebut bisa terealisasi sehingga berbagai bantuan pertanian dapat diterima masyarakat,” ujar Harno.
Menurut Harno, bantuan tersebut datang pada waktu yang tepat karena sejumlah komoditas pertanian, termasuk tembakau, saat ini mulai memasuki masa budidaya sehingga membutuhkan dukungan sarana produksi yang memadai.
Ia berpesan kepada para penerima bantuan agar menjaga dan merawat seluruh alsintan sehingga umur pakainya lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama.
“Tolong dirawat dengan baik. Perawatan itu penting karena kalau tidak dirawat, alat akan cepat rusak. Bantuan ini diberikan untuk memudahkan masyarakat petani dalam menjalankan aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitasnya,” pungkas Harno. (re/rd/kominfo)
