Pemerintah Kabupaten Rembang

PNS Rembang Jelang Pensiun Diminta Bangun Identitas Baru, Hindari Post Power Syndrome

 

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengajak para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas untuk tetap percaya diri dan membangun peran baru di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan pembekalan teknis bagi PNS menjelang pensiun di Pendopo Museum Kartini, Kamis (9/4).

Menurutnya, masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan perubahan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Pensiun bukan akhir pengabdian, tetapi perubahan bentuk pengabdian. Dulu banyak rutinitas di kantor, sekarang akan lebih banyak bertemu masyarakat dan tetangga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah tidak lagi terikat aktivitas kedinasan, para pensiunan justru memiliki peluang lebih luas untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Gus Hanies itu mengingatkan adanya potensi kehilangan rutinitas, posisi, hingga kepercayaan diri yang kerap dialami para pensiunan.

Ia menegaskan pentingnya menghindari kondisi post power syndrome yang dapat berdampak negatif secara psikologis.

“Panjenengan akan merasa kehilangan rutinitas, kehilangan posisi, dan yang ditakutkan ini kehilangan kepercayaan diri. Ini jangan sampai dialami. Post power syndrome ini bahaya sekali,” tegasnya.

Sebagai solusi, ia mendorong para PNS yang memasuki masa purna tugas untuk membangun identitas baru, salah satunya dengan aktif sebagai tokoh masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para PNS selama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang, Gunari, menyebutkan jumlah PNS yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat mencapai puluhan orang. Pada Mei tercatat sebanyak 34 orang, Juni 25 orang, dan Juli 26 orang.

“Dengan rincian tenaga guru sebanyak 34 orang, tenaga teknis 35 orang, tenaga kesehatan 5 orang, serta pejabat struktural sebanyak 11 orang,” pungkasnya.

Exit mobile version