Pemerintah Kabupaten Rembang

Progres Embung Kaliombo Capai 81,5 Persen, Bupati Harno Pastikan Pembangunan Rampung Desember

Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, telah mencapai 81,5 persen hingga awal November 2026. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember mendatang.

Bupati Rembang, Harno, meninjau langsung perkembangan pembangunan embung tersebut pada Senin (2/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan sekaligus melihat kesiapan infrastruktur dalam mendukung ketersediaan air, terutama menjelang musim hujan.

Usai peninjauan, Harno mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Berdasarkan keterangan pelaksana, pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

“Ini sudah menjelang akhir tahun dan juga sudah menjelang hujan. Maka saya ingin melihat langsung untuk memastikan apakah bulan Desember sudah selesai atau belum. Dari keterangan pelaksana, insyaallah Desember sudah selesai,” ujarnya.

Setelah pembangunan rampung, Embung Kaliombo diharapkan dapat menampung air hujan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain mendukung sektor pertanian, embung tersebut direncanakan menjadi salah satu sumber air baku bagi PDAM.

Dalam peninjauan tersebut, Harno juga mencermati kondisi kontur tanah di sekitar embung. Sejumlah area yang lebih tinggi dengan gundukan tanah dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi kapasitas tampungan air.

“Masih banyak lahan-lahan yang di atasnya itu gundukan-gundukan. Gundukan-gundukan itu bisa mengurangi debit air atau kandungan air yang ada di embung. Maka, untuk ke depannya, tanah-tanah yang tinggi itu perlu kita perhatikan,” jelasnya.

Menurut Harno, kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut setelah embung selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan. Pemantauan akan dilakukan untuk mengetahui kemampuan tampungan air serta pemanfaatannya bagi kebutuhan pertanian dan pelayanan air bersih.

Apabila hasil pemantauan menunjukkan perlunya penanganan tambahan, pengerukan pada area tertentu dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan kapasitas tampungan.

“Ya kita lihat tahap awal dulu, sampai di mana tabungan air dan digunakan masyarakat untuk pertanian maupun PDAM-nya. Kita berharap cukup air untuk pertanian dan juga PDAM, sambil melihat perkembangan tahun berikutnya,” pungkasnya.

Pemkab Rembang berharap pembangunan Embung Kaliombo dapat diselesaikan sesuai target. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mendukung ketersediaan air secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan pertanian maupun penyediaan air baku bagi masyarakat. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version