Pemerintah Kabupaten Rembang

Puncak Penghujan di Januari, BPBD Rembang Pastikan Peralatan Kedaruratan Siap Pakai

 

Menghadapi tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Rembang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan seluruh logistik dan peralatan kedaruratan dalam kondisi aman serta siap digunakan selama puncak musim hujan.

Langkah kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa Januari menjadi periode puncak musim penghujan. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel beserta logistik dan peralatan pendukung kebencanaan selama 24 jam guna memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.

“Curah hujan masih cukup tinggi dan BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat. Karena itu kami memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan kedaruratan tetap aman dan siap digunakan,” ujar Sri Jarwati, Selasa (13/1)

Ia menjelaskan, hingga saat ini ketersediaan logistik darurat, mulai dari sandang, pangan, hingga kebutuhan dasar lainnya, masih mencukupi. Selain itu, peralatan pendukung penanganan bencana, termasuk tenda pengungsian dan perlengkapan evakuasi, juga telah disiapkan.

“Logistik sampai saat ini masih aman. Peralatan dan tenda-tenda kedaruratan juga siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, BPBD Kabupaten Rembang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan dukungan tambahan dapat segera diperoleh apabila dibutuhkan.

“Kami sudah koordinasi dengan provinsi. Jika dibutuhkan, kami siap mengambil bantuan tambahan dari provinsi untuk memperkuat stok yang ada,” tambahnya.

Dalam menghadapi puncak musim hujan, BPBD Rembang juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta organisasi perangkat daerah terkait. Personel BPBD disiagakan selama 24 jam agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Personel kami siaga 24 jam. Semua unsur sudah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” tegas Sri Jarwati.

Diberitakan sebelumnya, selama periode 8 hingga 11 Januari 2026, BPBD telah menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah. Seluruh kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang melalui nota dinas.

BPBD Kabupaten Rembang juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Masyarakat diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version