Pemerintah Kabupaten Rembang

Sensus Ekonomi 2026 Libatkan Seluruh Pelaku Usaha hingga Rumah Tangga

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai Mei hingga Agustus mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah secara menyeluruh, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.

Kepala BPS Rembang, Jubaedi, mengatakan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, tetapi menjadi dasar penting dalam menggambarkan struktur dan perkembangan ekonomi daerah.

“Di tengah situasi seperti ini, kami sangat membutuhkan dukungan dari Bapak Ibu sekalian untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Karena ini bukan hanya untuk BPS, tetapi untuk memotret perekonomian Kabupaten Rembang,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan SE 2026, BPS akan mendata seluruh aktivitas usaha tanpa terkecuali. Pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan mendatangi setiap bangunan, baik rumah tangga maupun tempat usaha, guna memastikan tidak ada potensi ekonomi yang terlewat.

“Kita akan mendata seluruh usaha, seluruh perusahaan, dan seluruh bangunan. Jadi setiap rumah akan kita datangi, karena siapa tahu di dalamnya ada usaha, termasuk usaha online yang saat ini semakin banyak berkembang,” jelasnya.

Pelaksanaan sensus akan dibagi dalam dua tahap. Pada 1–31 Mei 2026, BPS akan melakukan pendataan awal untuk perusahaan berskala besar dan menengah melalui metode daring, yakni pengisian data berbasis email. Selanjutnya, pada Juni hingga Agustus 2026, dilakukan pendataan lapangan secara door to door untuk menjangkau seluruh pelaku usaha di Kabupaten Rembang.

“Kami juga memohon bantuan dari dinas maupun pihak yang memiliki jejaring dengan para pengusaha untuk ikut menyosialisasikan dan mendorong pengisian data, khususnya pada tahap awal melalui email,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jubaedi menyebutkan bahwa SE 2026 akan menghasilkan berbagai data strategis, mulai dari peta perekonomian, daya saing usaha, kontribusi UMKM, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau. Data tersebut juga mencakup klasifikasi usaha berdasarkan skala, baik mikro, kecil, menengah, maupun besar.

“Melalui sensus ini, kita akan mendapatkan potret terkini struktur ekonomi, termasuk karakteristik usaha, kendala yang dihadapi, hingga prospek ke depan. Ini penting sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version