Pemerintah Kabupaten Rembang

TMMD Reguler ke-130 di Desa Ngajaran, Buka Akses Antarwilayah dan Dorong Potensi Ekonomi Warga

filter: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; captureOrientation: 0; hdrForward: 0; shaking: 0.000000; highlight: 1; motionR: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask: 0; brp_del_th: 0.0000,0.0000; brp_del_sen: 0.0000,0.0000; delta:1; bokeh:1; ispap:1; papproctime: 2026:09:01 12:19:55; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2621440;cct_value: 0;AI_Scene: (200, 0);aec_lux: 99.10959;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: weather:null, icon:null, weatherInfo:100;temperature: 38;zeissColor: bright;

Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, menjadi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0720/Rembang. Program yang akan berlangsung selama satu bulan tersebut tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kemandirian warga.

Meski berada di ujung timur wilayah Kabupaten Rembang, Desa Ngajaran memiliki berbagai potensi yang dinilai dapat dikembangkan, mulai dari wisata sejarah Noyo Gimbal, sumber mata air, hingga panorama perbukitan yang masih alami.

Sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Jalur tersebut merupakan akses strategis yang berperan sebagai pintu gerbang jalur ekonomi antarwilayah.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti, mengatakan kondisi jalan yang ada saat ini masih menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga tetap menggunakan jalur tersebut meskipun harus menempuh perjalanan lebih lama dan menghadapi medan yang cukup berat saat ke ladang maupun menjual hasil pertanian.

“Kalau mau ke sawah atau jual hasil panen warga tetap melewati jalan itu, tetapi membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya, Rabu (2/9).

Ia menyebut Dusun Ngajaran dihuni sekitar 153 kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai petani. Karena itu, pembangunan jalan melalui TMMD diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

“Harapannya perekonomian masyarakat Desa Ngajaran bisa meningkat, hasil panennya juga meningkat dan bisa dijual sampai ke wilayah Blora. Dengan akses yang lebih baik tentu bisa memangkas biaya produksi dan biaya angkut hasil panen,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, menjelaskan jalan yang akan ditangani dalam program TMMD tersebut merupakan jalur lama yang selama ini belum pernah mendapatkan penanganan secara memadai.

“Jalan menuju Ngajaran yang menghubungkan akses ke Blora ini belum pernah tersentuh. Batunya masih batu kuning, batu alas zaman Belanda. Mudah-mudahan TMMD ini menjadi akhir dari cerita panjang tentang kondisi jalan yang masih berbatu dan menyulitkan masyarakat,” kata Bambang.

Menurutnya, kondisi jalan yang ada saat ini menyulitkan warga, terutama perempuan yang menggunakan sepeda motor untuk menuju ladang. Setelah pembangunan selesai, akses warga menuju ke ladang maupun ke wilayah Blora diperkirakan menjadi jauh lebih cepat.

“Kalau sekarang waktu tempuhnya sekitar setengah jam, nanti diharapkan bisa lebih cepat, sekitar 10 sampai 15 menit. Ini akan menjadi akses strategis yang memperpendek jarak dan memudahkan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pelaksanaan TMMD mendapat dukungan kuat dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Rembang. Selain pembangunan fisik, sejumlah kegiatan nonfisik juga disiapkan untuk mengangkat potensi Desa Ngajaran.

“Tidak hanya fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Kami mencoba mengangkat potensi desa, baik seni budaya maupun potensi heritage yang ada seperti sendang dan situs-situs yang selama ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah desa. Harapannya ini menjadi titik awal kerja lintas sektor untuk memajukan Ngajaran sebagai desa di ujung timur selatan Rembang,” ujarnya.

Batiter Kodim 0720/Rembang, Dedi Budiharno, menjelaskan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-130 adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter.

“Pekerjaan utamanya pembuatan rabat jalan sepanjang kurang lebih 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter. Konstruksinya pengecoran manual menggunakan molen dan personel yang terlibat dalam TMMD,” terangnya.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga mencakup pembangunan plat beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit, pembangunan dua unit sumur bor, serta pemasangan lampu penerangan jalan.

Di bidang nonfisik, berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat telah disiapkan, antara lain sosialisasi oleh TP PKK, pelatihan pengolahan ikan air tawar, penyuluhan kesehatan, hingga edukasi pencegahan stunting.

Dedi menyebut pelaksanaan TMMD akan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga awal November mendatang.

“Harapannya sesuai tujuan pembangunan jalan ini, yaitu mempermudah akses masyarakat Ngajaran. Selama ini warga banyak berbelanja ke arah Pakel, Blora. Dengan jalan yang lebih baik, akses menjadi lebih mudah, termasuk untuk mengangkut hasil panen pertanian, khususnya jagung yang menjadi salah satu potensi utama di wilayah ini,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version