Pemerintah Kabupaten Rembang

Tradisi Thong-Thong Lek Rembang Kembali Digelar 2026, Konsep Keliling Dipertahankan

Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan pagelaran tradisi thong-thong lek pada tahun 2026 digelar seperti tahun sebelumnya. Sistem berkeliling yang menjadi ciri khas kegiatan ini pun tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama sekaligus identitas budaya lokal.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menegaskan, festival yang telah menjadi tradisi khas masyarakat Rembang setiap bulan Ramadan tersebut akan kembali diselenggarakan dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Ia menilai pola pelaksanaan dengan sistem keliling mampu menghadirkan semarak sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat.

“InsyaAllah tetap keliling. Tahun kemarin kita sudah mengadakan keliling, tahun ini juga kembali digelar. Untuk rutenya masih dalam pembahasan, tapi kemungkinan besar masih sama seperti tahun kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup Hanies menekankan bahwa penyelenggaraan thong-thong lek bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana Ramadan di Kabupaten Rembang.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menjaga nilai-nilai tradisional dalam pagelaran tersebut. Konsep pertunjukan yang mengedepankan alat musik sederhana dan kreativitas warga tetap menjadi prioritas dibandingkan penggunaan perangkat elektrik atau nuansa modern.

“Pertimbangan kami menggelar thong-thong lek ini karena merupakan warisan budaya dan tradisi Ramadan di Kabupaten Rembang yang harus kita lestarikan bersama. Kita tetap mengutamakan konsep tradisionalnya,” imbuhnya.

Dengan tetap digelarnya thong-thong lek tahun ini, diharapkan tradisi tersebut tidak hanya terus terjaga, tetapi juga semakin memperkuat kebersamaan masyarakat serta menjadi ruang ekspresi kreativitas warga di bulan suci Ramadan. (re/rd/kominfo)

Exit mobile version