Pemerintah Kabupaten Rembang

Soditan Dicanangkan Sebagai Desa Sadar Kerukunan

Desa soditan Kecamatan Lasem dicanangkan sebagai desa sadar kerukunan oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Pencanangan secara seremonial dilaksanakan di balai desa Soditan, Rabu (15/9).

Sebelumnya Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro’ bersama sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten berkeliling ke sejumlah titik. Diantaranya Pondok Pesantren Kauman, Klenteng Cu An Kiong yang kemudian mengendarai kereta wisata menyusuri jalan Soditan melewati Ponpes- ponpes, masjid dan gereja yang ada disana dengan sambutan lambaian tangan penuh senyum pengurus dan umat berbagai agama.

Kepala kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Musta’in dalam kesempatan itu menjelaskan dipilihnya desa Soditan sebagai desa sadar kerukunan didasari oleh kekayaan akan budaya yang terdiri dari beberapa etnis dan agama namun bisa hidup dengan rukun. Disana berdiri kokoh Masjid, Klenteng, Gereja bahkan ada pesantren namun berbaur bersama tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Maka, lanjut dia, contoh kebersamaan yang ada di desa Soditan dapat dijadikan inspirasi bersama dalam membangun kerukunan. Untuk saling menghormati, menghargai dan bergotong royong.

“Merupakan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan kami berada di tengah-tengah masyarakat desa Soditan. Dimana ditempat ini kaya akan nilai-nilai adiluhung budaya yang tinggi. Dari berbagai etnis, agama dan budaya yang bisa hidup guyub dan rukun,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui sambungan virtual menyampaikan dirinya sangat bangga sekali ketika di Rembang ada desa dijadikan desa sadar kerukunan. Pencanangan tersebut dirasanya sangat tepat mengingat kebuduyaan, etnis dan agama sangat beragam dan dapat tinggal dengan rukun.

“Saya kemudian menjadi sangat respect ketika kemudian di Rembang hari ini dibuat satu desa kerukunan. Ini top, kalau bicara Rembang tokoh agamanya dan kyainya besar-besar disana dan kemudian semua berkumpul. Apalagi kalau saya datang ke Lasem, peninggalannya hebat. Kalau kita bicara agama mayoritas islam saya kira budaya cinanya juga ada disana,” bebernya.


Ditempat yang sama, Gus Wabup Hanies menuturkan pencanangan desa sadar kerukunan mempunyai tujuan strategis untuk membina kerukunan antar umat beragama. Khususnya di desa Soditan Kecamatan Lasem yang dirasanya paling banyak etnis dan agama yang berbeda.

Dirinya berharap agar pencanangan desa sadar kerukunan tidak hanya sekedar acara seremonial saja. Namun bisa menular ke desa-desa lainnya guna meningkatkan ketentraman dalam kehidupan kemasyarakatan.

“Seperti di Desa Sumberjo juga ada banyak sekali warga tionghoa dan klentengnya ada disana. Jadi harapan kami ini hanya role model desa Kerukunan yang pertama kali di pilih. Agar nantinya bisa diadopsi oleh desa yang lain, ” ucapnya.

Dirinya menilai jika masyarakat bisa rukun antar agama dan etnis, kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat. Karena tantangan kehidupan kemasyarakatan ke depan pasti akan semakin komplek ketimbang saat ini. (Mif/Rud)

Exit mobile version