Pemerintah Kabupaten Rembang

Desember 2015 hingga April 2016,Rembang Siaga Bencana

Bulan Desember 2015 hingga April 2016 dinyatakan masuk waktu siaga bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang. Apalagi kondisi geografis dan topografi di 14 kecamatan yang berpotensi rawan bencana.

Penjabat Bupati Rembang, Suko Mardiono saat memimpin apel meminta agar seluruh elemen ikut waspada dan siaga terhadap kemungkinan bencana. Karena penanggulangan bencana tidak hanya tanggung jawab BPBD dan relawan saja, tetapi tanggung jawab bersama.

Pj Bupati meminta Dinas terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana, agar mereka siap sebelum dan pasca bencana. Sedangkan Camat dan Kepala Desa diminta cepat bertindak jika terjadi bencana di wilayahnya.

“Kepada Camat dan Kepala Desa untuk bertindak cepat melaporkan kejadian dan selalu siaga. Kesiap siagaan Camat dan kades harus terkoordinasi dengan baik. Manfaatkan sosial media sebagai salah satu sarana komunikasi yang cepat agar bisa hadir pertama sesaat setelah terjadi bencana.”ujarnya

Suko Mardiono menyebutkan di wilayah Kabupaten Rembang yang perlu diwaspadai adalah banjir, longsor dan angin puting beliung. Untuk bencana banjir berpotensi di seluruh kecamatan, potensi tanah longsor ada di 11 kecamatan seperti Sarang, Kragan, Sluke, Lasem, kecamatan Rembang, Sumber, Sulang, Gunem, Sale, Sedan dan Pancur.

“Untuk angin puting beliung ada di sembilan kecamatan, diantaranya Sluke, Lasem, Rembang, Kaliori, Sumber, Sulang, Gunem, Sale dan Pancur.”tambahnya

Ia menekankan bahwa tanggap bencana tidak hanya dilakukan setelah terjadinya bencana, namun sebeum terjadi bencana harus dapat diprediksi , disiapkan, diprogramkan dan ditangani penanganannya sebaik-baiknya agar meminimalisir korban.

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Suharso menjelaskan dilaksanakannya apel siaga tanggap bencana sendiri dimaksudkan untuk kesiapan baik dari sisi aparatur maupun sarana prasarana dalam melayani masyarakat yang tertimpa bencana.

“Tujuannya meningkatkan peran serta persiapan antisipasi bencana secara cepat, terarah dan terpadu antara pemerntah, masy dan dunia usaha dalam hal perencanaan pengoprasian, pemeliharaan, serta pengambilan keputusan tehadap kegiatan penanggulangan bencana.”imbuhnya

Apel siaga diikuti oleh kalangan TNI,Polri, SKPD terkait, dunia usaha serta ormas yang peduli terhadap tanggap bencana. Selain itu berbagai sarana prasarana pendukung tanggap bencana seperti motor trail, kapal karet, mobil ambulan, dan peralatan lainnya juga dipertontonkan .

 

Exit mobile version