Berita
Bawaslu Rembang Tanam Pohon Manggis, Simbol Integritas Pengawasan Pemilu
- 3 Februari 2025
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang menanam pohon buah manggis di halaman depan kantor Bawaslu sebagai simbol sekaligus komitmen dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Kegiatan penanaman pohon tersebut berlangsung pada Senin pagi (3/2) dan dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra Bawaslu Rembang.
Penanaman pohon manggis ini merupakan bagian dari Program Nasional Bawaslu Republik Indonesia yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran, komitmen, dan integritas dalam setiap proses pengawasan pemilu.
Pohon manggis dipilih bukan tanpa alasan. Selain sebagai simbol keteguhan, pohon tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi jajaran pengawas pemilu maupun masyarakat tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai integritas dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, mengatakan penanaman pohon manggis mengandung makna filosofis yang mendalam bagi pengawas pemilu.
“Pohon manggis melambangkan ketahanan dan komitmen dalam menghadapi berbagai tantangan. Buahnya yang manis merepresentasikan hasil baik yang dapat dicapai ketika pengawasan dilaksanakan dengan integritas, sementara kulitnya yang kasar menggambarkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi pengawas pemilu,” jelas Totok.
Ia menambahkan, kegiatan simbolis ini tidak sekadar aksi penanaman pohon, tetapi juga menjadi refleksi atas tanggung jawab moral, mental, dan spiritual pengawas pemilu dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai prinsip kejujuran dan keadilan.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Rembang berharap dapat memberikan contoh nyata tentang pentingnya nilai integritas, tidak hanya dalam pengawasan pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintah hingga masyarakat, Bawaslu optimistis pengawasan pemilu ke depan dapat menjadi tanggung jawab bersama.
“Harapannya, langkah ini mampu mendorong terwujudnya pemilu yang lebih transparan, adil, dan mencerminkan cita-cita demokrasi yang sesungguhnya di Kabupaten Rembang,” pungkasnya. (MIF/rd/KOMINFO)