Berita
Rembang Kokoh di Tiga Besar TPT Terendah Jateng, Serapan Kerja Tetap Kompetitif
- 10 April 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Kinerja ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang tetap menunjukkan performa yang solid hingga 2025. Daerah ini berhasil mempertahankan posisi tiga besar dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah, sekaligus mencerminkan daya serap tenaga kerja yang tetap kompetitif.
Sebagai informasi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja. Indikator ini digunakan untuk melihat seberapa besar proporsi penduduk usia kerja yang belum terserap di pasar kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2,60 persen pada 2023, kemudian menjadi 2,84 persen pada 2024, dan berada di angka 2,90 persen pada Agustus 2025.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, Fery Sumardi, menjelaskan dinamika tersebut seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di daerah.
Pada 2025, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Rembang mencapai 403.612 orang, bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam dunia kerja terus tumbuh, baik dari lulusan baru maupun pencari kerja yang aktif.
“Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi dan minat kerja masyarakat terus berkembang,” ujarnya.
Di tingkat provinsi, Kabupaten Rembang tetap berada di posisi ketiga TPT terendah di Jawa Tengah, di bawah Kabupaten Temanggung dan Wonogiri. Capaian ini sekaligus menempatkan Kabupaten Rembang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata TPT Jawa Tengah yang tercatat sebesar 4,66 persen.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Rembang berjalan cukup efektif. Sektor industri lokal masih berperan aktif dalam membuka peluang kerja, didukung berbagai program ketenagakerjaan yang adaptif.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi platform NakerBisa untuk mempercepat penyaluran tenaga kerja di daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Rembang juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program sertifikasi kompetensi dan pelatihan berbasis standar industri.
Selain itu, upaya penempatan tenaga kerja diperkuat melalui penyuluhan karier bagi pelajar, job fair, serta berbagai program perluasan kesempatan kerja.
“Kabupaten Rembang berada di jalur yang positif. Kami optimistis kinerja ketenagakerjaan akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi,” pungkasnya. (Mif/RD/Kominfo)