Berita
Perkuat Deteksi Dini Penyakit, Pemkab Rembang dan DPR RI Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat
- 10 Mei 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Perkuat Deteksi Dini Penyakit, Pemkab Rembang dan DPR RI Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat
Pemerintah Kabupaten Rembang bersama DPR RI menggelar kampanye Gerakan Masyarakat Indonesia Sehat di Pasar Brumbung, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Sabtu (9/5/2026), sebagai upaya memperkuat deteksi dini penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut dihadiri Bupati Rembang H. Harno, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, perwakilan Kementerian Kesehatan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas dari Puskesmas Kaliori memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran lingkar lengan khusus perempuan, hingga skrining tuberkulosis (TBC).
Bagi warga yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan tertentu, petugas kesehatan akan melakukan tindak lanjut sesuai prosedur pelayanan medis.
Bupati Rembang Harno mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi kesehatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah.
“Sosialisasi ini penting untuk menambah ilmu, salah satunya tentang Rembang yang BPJSnya sudah UHC. Kemudian apabila ada warga yang mau mengurus BPJS di hari-hari libur, solusinya pegawai dinas kesehatan ada yang piket,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah. Ia menyebut Kabupaten Rembang kembali meraih status Universal Health Coverage (UHC) setelah tingkat kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional kembali meningkat.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) yang menjadi salah satu fokus pemerintah melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan deteksi dini di masyarakat.
Menurutnya, jumlah penderita TBC di Kabupaten Rembang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah melakukan pemeriksaan menggunakan layanan mobile rontgen di berbagai titik.
“Penderita TBC dan keluarganya difoto rontgen menggunakan mobile rontgen. Jadi rontgennya di kantor kelurahan, di balai desa, di gedung-gedung olahraga seperti ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan terhadap penderita maupun anggota keluarga guna mengetahui potensi penularan. Setelah pemeriksaan rontgen, warga juga dapat menjalani tes cepat molekuler untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.
Program tersebut, lanjutnya, telah berjalan dalam beberapa pekan terakhir di sekitar 100 titik pemeriksaan di Kabupaten Rembang. Masyarakat diimbau tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (Mif/rd/Kominfo)