Berita
Pemkab Rembang Koordinasikan Penanganan Rob dan Siapkan Solusi Jangka Panjang di Wilayah Pesisir
- 8 Juni 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir dalam beberapa hari terakhir. Selain melakukan asesmen di lokasi terdampak, Pemkab Rembang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk menyiapkan solusi penanganan jangka panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang telah melakukan pemantauan dan asesmen di sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Rembang, rob terjadi di Desa Pantiharjo Kecamatan Kaliori, Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan, dan Desa Pandangan Kulon. Sebanyak 13 rumah warga terdampak, dengan kerusakan paling parah berada di Desa Sumurtawang. Selain itu, satu lokasi pembibitan benur di kawasan pesisir turut terdampak akibat gelombang pasang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menyampaikan bahwa Pemkab Rembang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Menurutnya, perhatian terhadap kondisi pesisir Rembang juga datang dari Gubernur Jawa Tengah yang telah menginstruksikan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Rembang dalam menindaklanjuti penanganan rob.
“Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Tengah diminta untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kami terkait penanganan rob di wilayah pesisir Rembang,” ujarnya, Senin (8/6).
Luthfi menjelaskan, sebelumnya terdapat rencana penanganan sementara menggunakan geobag. Namun setelah dilakukan peninjauan lapangan bersama tim BBWS Pemali Juana, metode tersebut dinilai kurang efektif untuk kondisi di lokasi terdampak.
“Hasil asesmen menunjukkan bahwa penanganan dengan geobag tidak memungkinkan untuk beberapa titik. Karena itu diperlukan solusi yang lebih permanen,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Rembang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana tengah mengupayakan pembangunan struktur pelindung pantai berupa breakwater atau pemecah gelombang permanen. Tim teknis dijadwalkan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
“Kita sudah koordinasi, sudah bersurat juga ke BBWS untuk hari Rabu. Hari Rabu besok mereka mau datang kesini untuk meninjau langsung. Jadi kemarin ada tiga titik yang kita pantau,” terangnya.
Selain melakukan koordinasi lintas instansi, BPBD Kabupaten Rembang juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman. Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Luthfi mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama masa peralihan musim.
“Karena saat ini sedang terjadi peralihan arah angin, masyarakat terutama yang berada di kawasan pantai diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Untuk sementara, pengunjung wisata pantai juga diimbau tidak beraktivitas di dalam air laut demi keselamatan,” pungkasnya.
Pemkab Rembang berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan rob sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dan permukiman warga dari ancaman abrasi maupun banjir rob. (re/rd/kominfo)