Berita
Pemkab Rembang Dorong Pemuda Jadi Pelopor dan Bagian dari Solusi
- 24 September 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong pemuda untuk tidak hanya memiliki kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga mampu membaca persoalan dan mengambil peran dalam mencari solusi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ saat membuka Sosialisasi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kesukarelawanan Pemuda Kabupaten Rembang Tahun 2026 di Gedung KPRI Rembang, Kamis (24/9).
Menurut Hanies, peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan dan organisasi intra kampus pada dasarnya telah memiliki pengalaman kepemimpinan. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki.
“Ini tidak untuk mengajari soal kepemimpinan. Tapi lebih ke upgrading. Di-upgrade ilmu panjenengan yang sudah punya soal kepemimpinan ini akan di-upgrade di acara pagi hari ini,” katanya.
Hanies menekankan, kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh jabatan dalam organisasi. Kemampuan melihat persoalan dan mengambil peran dalam penyelesaiannya juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan.
“Bukan hanya soal mengorganisasi, bukan hanya yang punya jabatan sebagai ketua. Tapi yang bisa melihat persoalan. Itulah pemimpin yang sejati,” ujarnya.
Ia menyebut pemuda sebagai salah satu modal pembangunan daerah. Karena itu, pemuda Rembang diharapkan tidak berhenti pada sikap kritis, tetapi juga berani memulai gerakan positif dari lingkungan terdekat.
“Yang penting berani mulai. Berani mulai di lingkungannya. Atau penggerak lingkungan juga bisa. Yang pertama kali melakukan ini adalah yang dinamakan pelopor,” katanya.
Selain kepeloporan, Hanies mengingatkan pentingnya semangat kesukarelawanan. Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat tidak selalu berbentuk materi.
“Tidak semua kontribusi yang kita berikan untuk masyarakat ini bisa dihitung dengan uang, bisa dihitung dengan anggaran. Ada tenaga, waktu, pikiran yang mungkin bisa panjenengan sumbangsihkan untuk berkontribusi dalam kesukarelaan,” jelasnya.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan kegiatan untuk bertukar gagasan dan memperluas jejaring antarkomunitas.
“Kawan-kawan ini kan ada dari organisasi-organisasi yang berbeda. Tambah jaringan, tentu tambah wawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dari 10 organisasi kepemudaan dan organisasi intra kampus.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kepeloporan, dan kesukarelawanan pemuda sekaligus memperkuat partisipasi mereka dalam pembangunan Kabupaten Rembang. (rn/rd/kominfo)