Berita
128 Warga Rembang Lolos Seleksi Pelatihan Kerja Gratis
- 24 September 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Sebanyak 128 warga Kabupaten Rembang lolos seleksi program pelatihan kerja gratis yang diselenggarakan Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang. Mereka terbagi dalam delapan kejuruan, masing-masing diikuti 16 peserta.
Delapan kejuruan tersebut meliputi pembuatan roti dan kue, perbaikan air conditioner (AC), servis sepeda motor, tata rias wajah, menjahit, desain grafis muda, membatik, serta pengelasan/fillet welder.
Peserta yang lolos mengikuti daftar ulang di Kantor BLK Rembang, Kamis (24/9/2026). Kepala UPT BLK Rembang Diah Kurnianingrum mengatakan, dari 128 peserta hanya satu orang yang belum hadir dan telah menyampaikan izin.
“Yang tidak hadir hanya satu peserta. Yang bersangkutan sudah menyampaikan izin dan akan datang ke kantor besok, Jumat,” ujarnya.
BLK juga menyiapkan peserta cadangan pada sejumlah kejuruan, antara lain tata rias, membatik, pengelasan, serta pembuatan roti dan kue. Peserta cadangan akan menggantikan peserta yang mengundurkan diri sebelum pelatihan dimulai.
“Yang lolos seleksi itu belum tentu saat hari H atau saat pelatihan bisa ikut. Kadang ada faktor diterima kerja, sakit, atau hal lain sehingga mengundurkan diri. Itu memungkinkan sekali selama ini. Jadi kita harus punya cadangan. Misalnya ada yang tidak jadi ikut, yang ada di cadangan itu naik,” jelas Diah.
Menurut Diah, program tersebut mendapat animo tinggi dari masyarakat. Kejuruan yang paling banyak diminati antara lain pembuatan roti dan kue, pengelasan, tata rias, dan desain grafis.
“Paling banyak pendaftar itu tata boga pembuatan roti, ngelas itu banyak peminatnya. Kemudian tata rias, desain grafis,” imbuhnya.
Pelatihan dijadwalkan mulai Rabu (30/9/2026) dengan durasi 14 hingga 26 hari, tergantung kejuruan. Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas berupa seragam, modul, uang saku, dan konsumsi.
Melalui program tersebut, Pemkab Rembang berharap peserta memiliki keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Peningkatan keterampilan tenaga kerja juga diharapkan ikut mendukung upaya menekan pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Rembang. (Mif/Rd/Kominfo)