Berita
Air Terjun Kalimancur, Pesona Wisata Alam Tersembunyi di Pegunungan Lasem Rembang
- 9 Januari 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Air Terjun Kalimancur di Kabupaten Rembang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pesona keasrian hutan pegunungan Lasem. Keindahan alamnya yang masih natural membuat lokasi ini semakin diminati wisatawan, baik dari Rembang maupun dari luar daerah.
Air terjun ini berada di bawah bukit Pegunungan Gowak, Kecamatan Lasem, sekitar 8 kilometer dari jalur pantura Lasem atau pertigaan Nasriyah. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung disuguhi jalur naik turun khas perbukitan yang menantang sekaligus menyuguhkan pemandangan hijau yang memanjakan mata.
Terdapat dua akses menuju Kalimancur, yakni melalui Desa Sendangasri atau melalui Desa Kajar. Dari kedua jalur tersebut, pengunjung akan menjumpai gapura bertembok oranye bertuliskan “Desa Wisata Gowak” sebagai tanda memasuki kawasan wisata.
Dari segi biaya, wisata ini tergolong sangat terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp5.000. Area parkir tersedia cukup luas di bagian bawah. Selanjutnya, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 150 meter menyusuri jalan setapak untuk mencapai air terjun bagian bawah. Sementara itu, air terjun bagian atas dan danau batu dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.
Salah satu pengunjung, Revalina Fatarani, mengaku takjub dengan keindahan Air Terjun Kalimancur. Ia datang bersama teman-temannya setelah menghadiri pertemuan kelas sekaligus merayakan ulang tahun temannya.
“Awalnya tahu dari media sosial. Datang bareng-bareng ke air terjun Kalimancur. Yang ini air terjun bagian bawah, kalau yang atas ada kedung dengan kedalaman tertentu,” ujarnya.
Menurut Reva, kunjungan mereka terasa memuaskan karena suasana alamnya masih terjaga. Apalagi di musim penghujan, debit air terjun meningkat sehingga terlihat lebih indah. Ia juga menambahkan bahwa air terjun Kalimancur bersifat musiman dan akan menyusut saat musim kemarau.
“Akses jalannya memang agak terjal, licin, dan cukup ekstrem. Tadi lewat jalur bawah, ada juga akses lain yang tembus area persawahan warga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Latifa Ramadani dan Fadila Aura Putri. Keduanya mengaku baru pertama kali berkunjung setelah mengetahui informasi dari media sosial.
“Air terjunnya jernih, dingin, dan segar. Karena musim hujan, airnya juga cukup deras. Senang bisa seru-seruan bareng teman,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Kalimancur, Istoyo, membenarkan bahwa jumlah pengunjung terus meningkat, terutama pada akhir pekan.
“Harian sekitar 20 sampai 30 pengunjung. Kalau hari Minggu bisa dua kali lipatnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pengunjung berasal dari berbagai daerah seperti Tuban, Pati, Blora, hingga warga lokal Rembang, dan terdiri dari beragam usia mulai dari anak muda hingga orang tua. Selain bermain di area air terjun, sebagian pengunjung juga memilih berkemah menikmati suasana alam yang sejuk dan tenang.
Akses menuju lokasi dapat dijangkau menggunakan mobil hingga area parkir bawah, sementara sepeda motor dapat naik lebih dekat ke area atas. Suasana alam yang masih alami membuat Air Terjun Kalimancur dinilai cocok bagi pecinta wisata alam yang mencari ketenangan dan keindahan panorama pegunungan. (Mif/RD/Kominfo)