Berita
Buka GSM Rembang, Wabup Hanies Apresiasi Suara Merdeka Berbagi Ilmu
- 24 Februari 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Gerakan Santri Menulis (GSM) Suara Merdeka kembali digelar di Kabupaten Rembang. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Ad Da’wa, Sawahan, Selasa (24/2/2026) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hanies menyampaikan apresiasi atas konsistensi Suara Merdeka dalam mendorong budaya literasi di kalangan santri. Menurutnya, GSM menjadi gagasan yang berbeda karena menghadirkan edukasi jurnalistik di momentum Ramadan.
“GSM ini hal unik yang digagas Suara Merdeka. Di saat banyak pihak berbagi takjil, Suara Merdeka memilih berbagi ilmu di bulan suci ini,” ujarnya di hadapan ratusan santri.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan bekal penting bagi santri, terutama dalam bidang kepenulisan dan literasi digital. Kemampuan tersebut dinilai relevan untuk mendukung dakwah dan kontribusi santri di era modern.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Rukardi, menyebut Rembang memiliki rekam jejak kuat dalam dunia literasi, khususnya dari kalangan pesantren. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi adalah KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.
“Rembang dikenal sebagai gudang penulis dari kalangan santri. Kami berharap melalui GSM akan lahir penulis-penulis baru yang membawa nilai kesantrian ke tingkat nasional,” jelasnya.
Pengasuh Ponpes Ad Da’wa, Ustadz Huda, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai tuan rumah. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum berharga bagi santri untuk belajar langsung dari praktisi media.
Kegiatan GSM diisi dengan materi jurnalistik dasar, mulai dari teknik penulisan berita dan opini hingga pemanfaatan media sosial secara bijak. Para santri tampak antusias mengikuti sesi praktik yang dipandu tim instruktur Suara Merdeka.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya literasi di kalangan santri semakin tumbuh, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang adaptif dan produktif di era digital. (Mif/RD/Kominfo)