Berita
Ekonomi Rembang Tumbuh 5,77 Persen pada 2025, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19
- 10 Maret 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Perekonomian Kabupaten Rembang menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat setelah terdampak pandemi Covid-19. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 5,77 persen, menjadi angka tertinggi sejak masa pandemi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang menunjukkan, secara makro kondisi ekonomi daerah bergerak stabil dan terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sisi riil Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), pertumbuhan ekonomi Rembang meningkat signifikan dari 3,85 persen pada 2021 menjadi 5,77 persen pada 2025. Sejak 2022, laju pertumbuhan ekonomi daerah juga tercatat konsisten berada di atas 5 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan ekonomi pascapandemi berjalan cukup baik dan mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil.
Selain itu, dari sisi Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rembang juga mengalami peningkatan. Pada 2025, PDRB tercatat mencapai Rp27,709 triliun, naik dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp25,805 triliun.
Dilihat dari struktur perekonomiannya, terdapat tiga sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Rembang. Ketiga sektor tersebut yakni industri pengolahan sebesar 24,18 persen, sektor pertanian sebesar 22,82 persen, serta sektor perdagangan sebesar 13,13 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Rembang masih ditopang kuat oleh sektor produksi barang serta aktivitas distribusi perdagangan.
Pada 2025, sektor pertanian juga kembali menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 7,29 persen setelah pada 2024 sempat mengalami kontraksi. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya produksi komoditas utama, khususnya padi dan jagung.
Kepala BPS Kabupaten Rembang Jubaedi, melalui petugas humas, menyampaikan bahwa sektor dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025 adalah penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,89 persen.
“Hal ini mencerminkan semakin pulihnya aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Rembang semakin menggeliat seiring membaiknya kondisi perekonomian daerah dalam beberapa tahun terakhir. (Mif/RD/Kominfo)