Berita
Kunjungan Wisata Rembang Stabil, Didominasi Perjalanan Singkat
- 2 April 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Kinerja sektor pariwisata di Kabupaten Rembang pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil. Hal ini tercermin dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 15,85 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi, menjelaskan bahwa angka tersebut menggambarkan kondisi keterisian kamar hotel yang cenderung konsisten dari bulan ke bulan.
Selain itu, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel masih berada pada kisaran satu hingga dua malam, yang menunjukkan karakter kunjungan wisata yang relatif singkat.
“Rata-rata lama menginap tamu hanya satu hingga dua malam. Ini menunjukkan tamu yang datang umumnya melakukan perjalanan pendek, baik untuk wisata singkat maupun keperluan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pola kunjungan tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi karakteristik tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Rembang.
“Angkanya kurang lebih seperti ini setiap bulan. Kita enggak pernah tembus di atas dua untuk rata-rata lama menginap, dan untuk tingkat penghunian kamar juga jarang sekali sampai di angka dua puluh sekian,” tambahnya.
Lebih lanjut, fluktuasi tingkat hunian hotel dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti musim liburan, agenda perjalanan dinas, serta kegiatan berskala besar yang diselenggarakan di daerah.
“Fluktuasi ini menggambarkan kunjungan wisata dan mobilitas tamu hotel yang dipengaruhi faktor musiman, agenda perjalanan dinas, maupun kegiatan besar di Kabupaten Rembang,” terangnya.
Dari sisi pergerakan wisatawan, BPS juga mencatat adanya kecenderungan masyarakat Rembang yang lebih banyak melakukan perjalanan keluar daerah dibandingkan jumlah wisatawan yang datang.
“Kalau kita bandingkan, hampir setiap bulan jumlah yang pergi lebih banyak daripada yang datang. Ini fenomena yang sudah lama terjadi di Rembang,” ungkap Jubaedi.
Meski demikian, kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus peluang bagi pengembangan sektor pariwisata ke depan, khususnya dalam meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan dari luar daerah.
“Ini potret yang bisa kita sikapi bersama, bagaimana supaya dari luar bisa lebih banyak datang ke Rembang,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)