Berita
Minat Investasi Industri Berskala Besar Masuk Rembang, Pemkab Siapkan Fasilitasi
- 3 Juni 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya mendorong masuknya investasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satu peluang investasi yang saat ini tengah dijajaki adalah rencana pengembangan kawasan industri tekstil dan garmen terintegrasi di kawasan Rembang-Jape-Lasem.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan bahwa terdapat minat investasi dari konsorsium investor asal Republik Rakyat China (RRC) yang membutuhkan lahan sekitar 500 hektare untuk pengembangan kawasan industri tersebut. Saat ini, Pemkab Rembang bersama berbagai pihak masih melakukan pemetaan dan identifikasi lahan yang sesuai dengan ketentuan tata ruang dan regulasi yang berlaku.
“Kemarin ada investor yang menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Rembang. Mereka membutuhkan lahan sekitar 500 hektare. Namun sebagian area yang dibutuhkan beririsan dengan LSD (Lahan Sawah Dilindungi), sehingga saat ini sedang kami carikan solusi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Harno.
Menurut Harno, kawasan yang diproyeksikan untuk pengembangan investasi tersebut berada di wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Emas Rembang-Jape-Lasem. Kawasan seluas kurang lebih 2.000 hektare itu telah masuk dalam perencanaan pengembangan wilayah sebagai salah satu kawasan strategis untuk kegiatan industri di Kabupaten Rembang.
Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut positif minat investasi yang masuk karena dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, investasi tersebut juga berpotensi menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat Rembang dan sekitarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, menjelaskan bahwa konsep investasi yang ditawarkan merupakan kawasan industri tekstil dan garmen yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kawasan industri tersebut, lanjut Martopo, direncanakan dapat menampung sekitar 50 perusahaan yang saling terhubung dalam satu rantai produksi. Dengan model industri terintegrasi tersebut, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Martopo mengatakan, saat ini proses investasi masih berada pada tahap awal. Pemerintah Kabupaten Rembang berperan sebagai fasilitator untuk mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi antara investor dengan para pemangku kepentingan.
“Kami masih menunggu konsultan yang menangani pembebasan lahan dari pihak konsorsium. Karena itu menjadi kewenangan pihak yang ditunjuk investor. Saat ini, tahapan yang dilakukan masih sebatas pemetaan dan identifikasi lahan yang berpotensi digunakan untuk kawasan industri. Mana yang milik warga, mana yang milik desa, dan bagaimana kondisi lahannya. Semua masih dalam tahap awal,” terangnya.
Melalui berbagai upaya percepatan investasi yang tetap memperhatikan aspek tata ruang, lingkungan, dan kepentingan masyarakat, Pemkab Rembang berharap rencana pengembangan kawasan industri di Segitiga Emas Rembang-Jape-Lasem dapat menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Rembang sebagai tujuan investasi di Jawa Tengah. (re/rd/kominfo)