Berita
Pemkab Rembang Apresiasi Santunan 1.000 Anak Yatim, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
- 26 Februari 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang mengapresiasi kepedulian dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan sosial melalui kegiatan santunan bagi anak yatim di Kabupaten Rembang. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Museum Kartini, Rabu (25/2).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun Wartono Indonesia yang telah dilaksanakan secara rutin sejak 2018. Tahun ini, pelaksanaan dilakukan secara bergilir di 10 daerah, yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan akan berakhir di Kudus.
Di Rembang, santunan diserahkan secara simbolis dalam kegiatan buka bersama dengan menghadirkan 500 anak, terdiri atas 300 anak binaan NU Care LAZISNU dan 200 anak binaan LAZISMU. Program ini menyasar anak yatim atau yatim piatu non-panti serta keluarga duafa, dan dapat diperluas kepada anak difabel maupun keluarga kurang mampu apabila kuota belum terpenuhi.
Dalam sambutannya, Bupati Harno mengapresiasi konsistensi kegiatan sosial tersebut yang rutin memberikan santunan kepada anak yatim di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Rembang.
“Dalam kesempatan ini, saya atas nama pribadi maupun pemerintah mengucapkan terima kasih. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Tetap semangat belajar dan berdoa, jangan patah semangat,” ujarnya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya memperkuat perlindungan sosial dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah program sekolah rakyat yang direncanakan mulai dibuka pada Juli mendatang.
“Sekolah rakyat ini gratis, mulai dari SD, SMP hingga SMA dengan sistem asrama. Lokasinya di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang. Ini bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat kurang mampu tetap bisa meraih pendidikan yang layak,” jelasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kesembilan pelaksanaan program santunan anak yatim tersebut. Program yang awalnya dilaksanakan di lima kota kini berkembang menjadi 10 kota di wilayah perwakilan Pati dan Semarang.
“Pesan tersebut menjadi semangat kami dalam menjalankan program CSR dengan slogan ‘Urip Iku Urup’. Kami berharap PT Sukun dapat terus bertahan, tumbuh, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia usaha sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. (re/rd/kominfo)