Berita
Bupati Harno Dorong Percepatan Anggaran Kontingen Porprov Rembang
- 7 Oktober 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan dukungan terhadap kontingen Kabupaten Rembang yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 terus diperkuat. Salah satu perhatian utama Pemkab yakni memastikan dukungan anggaran bagi atlet dan pelatih dapat segera direalisasikan menjelang pelaksanaan pertandingan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang Harno saat menerima jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang beserta atlet dari 14 cabang olahraga (cabor) di Rumah Dinas Bupati Rembang, Rabu (7/10).
Porprov Jawa Tengah XVII akan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026 dan dipusatkan di wilayah Semarang Raya. Kontingen Rembang saat ini terdiri atas 60 atlet dan 19 pelatih yang telah melalui proses verifikasi.
Harno mengatakan, terkait anggaran KONI, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar proses pencairan dapat dipersiapkan sejak sekarang.
“Secara aturan APBD perubahan sudah kemarin tanggal 30. Maka terus dilanjutkan ke Gubernur dalam rangka evaluasi Gubernur paling lama dua minggu,” ujarnya.
Menurutnya, proses tersebut perlu diantisipasi karena pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat. Setelah evaluasi gubernur selesai, proses pencairan diharapkan dapat segera dilanjutkan sehingga kebutuhan kontingen dapat dipenuhi.
Harno juga memastikan akan segera berkoordinasi dengan BPKAD setelah pertemuan tersebut untuk membahas proses pencairan anggaran KONI.
“Nanti saya ketemu dengan BPKAD di sini. Nanti bisa sekalian diikut. Biar kalau saya lupa, diingatkan supaya bisa segera dibahas. Jadi sudah saya jadwalkan, habis ini BPKAD ke sini dan nanti langsung saya bahas di situ agar panjenengan plong,” ujarnya.
Harno berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga para atlet bisa berkonsentrasi menghadapi pertandingan dan membawa nama Kabupaten Rembang dengan sebaik-baiknya.
Pemkab Rembang, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah, termasuk melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Harno juga membuka kemungkinan adanya langkah gotong royong apabila dukungan anggaran belum dapat direalisasikan tepat waktu. Namun, menurutnya, hal tersebut menjadi pilihan terakhir setelah seluruh mekanisme pencairan melalui pemerintah daerah ditempuh.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang Suswantoro menyampaikan, proses persiapan kontingen telah dilakukan mulai dari pendaftaran hingga verifikasi atlet.
Dari 16 cabor yang lolos pada tahap awal, terdapat sejumlah perubahan sehingga kontingen Rembang akan mengikuti Porprov melalui 14 cabor dengan 60 atlet dan 19 pelatih.
Dua cabor yang tidak dapat mengikuti Porprov yakni golf dan sambo. Untuk golf, cabor tersebut disebut sudah tidak aktif selama sekitar dua tahun. Sementara pada sambo, dua atlet yang sebelumnya lolos merupakan atlet yang memiliki prestasi tinggi, tetapi harus absen karena kondisi masing-masing.
Salah satu atlet sambo, Dian asal Pamotan, harus mengikuti kejuaraan dunia di Kazakhstan pada awal November sehingga tidak dapat mengikuti Porprov yang berlangsung pada akhir Oktober. Sementara atlet lainnya, Dwi Retno, mengalami cedera pada mata kanan dan mendapat rekomendasi untuk beristirahat dari pelatih pelatnas.
Selain itu, KONI masih memperjuangkan status atlet tenis meja melalui proses banding. Suswantoro berharap proses tersebut dapat menghasilkan keputusan yang memungkinkan atlet tetap memperkuat Kabupaten Rembang.
“Mohon doanya, yang tiga ini nanti banding. Besok sidang di Semarang. Mohon doanya semoga berhasil menjadi atlet di Kabupaten Rembang,” ujarnya.
Suswantoro juga menyampaikan bahwa Chef de Mission Meeting telah dilaksanakan pada 1-2 Oktober. Sejumlah kendala teknis, termasuk cedera atlet, menjadi bagian dari proses persiapan kontingen.
Ia berharap dukungan anggaran segera terealisasi karena sebagian atlet selama masa persiapan harus menjalani latihan secara mandiri.
“Kendala kami yang paling urgen adalah anggaran. Anggaran setelah melalui berbagai rintangan yang sangat berat. Alhamdulillah Pak Bupati juga sudah disposisi, sudah ACC,” katanya.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut saat ini tinggal menunggu proses realisasi. KONI berharap pencairan dapat dilakukan sebelum sejumlah cabor mulai bertanding pada 20 Oktober. (re/rd/kominfo)