Berita
DPUTARU Rembang Jelaskan Tahapan Pengaspalan Jalan Sridadi yang Jadi Perhatian Warganet
- 15 Oktober 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang memberikan penjelasan terkait video pengerjaan jalan di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, yang mendapat perhatian masyarakat di media sosial. Pekerjaan yang terlihat dalam video tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan hasil akhir pengaspalan.
Video yang diunggah melalui akun Instagram @dputarurembangkab itu mendapat sejumlah tanggapan warganet mengenai kualitas pengerjaan jalan.
Kepala DPUTARU Rembang Maryosa menjelaskan, dokumentasi tersebut memperlihatkan proses pengerjaan lapis penetrasi (lapen) yang masih memerlukan tahapan lanjutan.
“Jalan Sridadi yang kemarin kita kerjakan itu baru proses penetrasi awal, istilahnya lapen penetrasi. Kemudian difoto, ya masih berantakan karena belum lapisan berikutnya,” jelas Maryosa.
Menurutnya, kondisi jalan yang terlihat dalam video belum menggambarkan hasil akhir pekerjaan karena proses pengerjaan masih berlangsung.
Maryosa juga mengakui bahwa unggahan sebelumnya belum disertai informasi lengkap mengenai tahapan pekerjaan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman di masyarakat.
Terkait kualitas pekerjaan, Maryosa menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan tetap mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku. DPUTARU juga melakukan evaluasi mutu dengan melibatkan instansi teknis dan fasilitas laboratorium pengujian.
“Kalau aspal dan sebagainya kita ketat. Kita juga evaluasi dengan BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) dan laboratorium,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengujian material konstruksi dapat dilakukan melalui laboratorium yang memenuhi standar, termasuk fasilitas milik instansi teknis maupun perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro (Undip).
DPUTARU Rembang juga berupaya memperkuat fasilitas pendukung pengujian material konstruksi di daerah. Menurut Maryosa, sejumlah peralatan sebenarnya telah tersedia, tetapi belum dikembangkan menjadi layanan laboratorium pengujian tersendiri.
“Kita sebenarnya alat-alatnya sudah lengkap. Cuma dulu mungkin UPT-nya itu UPT alat berat, sedangkan laboratoriumnya belum,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan fasilitas laboratorium diharapkan dapat mendukung pemeriksaan mutu pekerjaan infrastruktur secara lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas pengujian di luar daerah.
DPUTARU Rembang juga menilai penyampaian informasi mengenai tahapan pekerjaan perlu dilakukan secara lebih lengkap agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan pembangunan jalan dengan jelas.
Terkait pengerjaan Jalan Sridadi, DPUTARU menegaskan bahwa dokumentasi yang beredar merupakan bagian dari proses pekerjaan yang belum selesai. Pengawasan teknis dan evaluasi mutu tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rembang.